Tingkatkan Daya Saing Wisata 10 Bali Baru dengan 4 Investasi Ini!


Obrolan saya dengan tamu asal Perancis siang itu berlangsung singkat. Sementara saya sangat antusias ingin mendengarkan kisah liburan mereka selama mengunjungi Indonesia. Ya. Keduanya adalah tamu yang sedang menginap dan sengaja mengunjungi outlet di mana saya bekerja di sebuah hotel bintang lima di kawasan pusat Kota Jakarta. Mereka bermaksud ingin memanjakan diri dengan mengambil paket treatment setelah lelah berlibur dari Bali dan Lombok. Di Jakarta, mereka akan menghabiskan waktu selama dua hari saja, lalu kembali lagi ke Perancis.

Pasangan backpacker ini menuturkan, jika mereka memang gemar mengunjungi tempat-tempat wisata di seluruh dunia, salah satunya adalah Bali dan Lombok. Meski keduanya berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris, namun logat Perancis sangat kental. Bahkan sang tamu wanita tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, berbeda dengan sang tamu pria yang cukup mahir berbahasa Inggris.

Sambil menghabiskan welcome drink yang kami sajikan, keduanya mengaku lebih familiar mengenal Bali dan Lombok, dibandingkan dengan tempat wisata lainnya. Masih menurut pengakuan mereka, di negara asalnya, sebagian besar warganya justru lebih mengenal Bali dan Lombok sebagai destinasi wisata yang sangat menarik sekaligus paling populer di Indonesia.

Statement yang diutarakan oleh pasangan yang usianya tidak terpaut jauh dari saya, memaksa saya mengernyitkan dahi sekaligus menimbulkan beberapa pertanyaan di benak saya. Mengapa tempat wisata lainnya di Indonesia tidak sepopuler seperti Bali dan Lombok? Sebenarnya apa yang menjadi kelebihan Bali dan Lombok jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya? Ataukah tempat wisata lainnya memang kurang promosi? Ataukah jangan-jangan infrastrukturnya yang kurang memadai?

Pemerintah Mengembangkan Program 10 Bali Baru
Namun kekhawatiran saya sedikit terobati manakala saat ini pemerintah tengah mengembangkan program wisata 10 Bali Baru. Perlu Anda ketahui, istilah 10 Bali Baru merupakan program pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pariwisata dengan gencarnya mempromosikan destinasi wisata Indonesia.

Adapun 10 destinasi wisata yang terpilih dalam program Bali Baru memiliki karakteristik serta keunikan yang berbeda yang tidak kalah menarik dari Bali tentunya. Performa masing-masing destinasi wisata ini dibuat seperti layaknya Bali, yang dalam satu tahun mampu mendatangkan 4 juta wisatawan mancanegara.

Sementara, peran Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dalam pengembangan 10 Bali Baru adalah membangun infrastruktur berupa jalan menuju lokasi wisata, lintasan di lokasi wisata, air baku, sanitasi, drainase dan persampahan. Kementrian juga membangun ruang-ruang publik termasuk tempat istirahat, parkir, pedestrian dan penataan kawasan untuk mendukung kegiatan produktif sektor pariwisata.

Berikut adalah daftar destinasi (dalam bentuk infografis) yang termasuk dalam program 10 Bali Baru :


Investasi Bagi Peningkatan Lapangan Kerja dan Pendapatan Masyarakat
Untuk memuluskan rencana ini, pemerintah telah menganggarkan dana hingga Rp. 170 triliun untuk pembangunan infrastruktur penunjang 10 Bali Baru tahun ini.

Program 10 Bali Baru tentu merupakan program jangka panjang yang dikembangkan pemerintah dan pihak-pihak terkait, mulai dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Kementrian PUPR, Kementrian Perhubungan, Kementrian Kominfo dan Kementrian Pariwisata.


Masalah penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah peran Pemerintah Daerah dan juga masyarakat untuk menjaga serta meningkatkan daya saing destinasi dan industri pariwisata di wilayah 10 Bali Baru tersebut, sehingga mampu bersaing dengan tempat wisata populer yang sudah lebih dulu ada.

Strategi pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya fokus pada bagaimana meningkatkan jumlah wisatawan, namun juga memperhatikan pemberdayaan masyarakat yang meliputi peningkatan lapangan kerja, kesejahteraan serta meningkatkan pendapatan masyarakat.


Pembangunan Prasarana
Investasi pada sektor ini meliputi apa-apa yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar roda perekonomian dapat berfungsi dengan baik, mulai dari jalan, gedung, pengadaan air bersih, perlistrikan, telekomunikasi, pelabuhan, terminal, stasiun hingga bandara.

Dengan prasarana yang layak, maka diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Sebagai contoh, jalan dapat memberikan kelancaran transportasi menuju tempat wisata yang dituju. Masyarakat dapat berkonstribusi meningkatkan layanan dengan menawarkan jasa transportasi kepada wisatawan, seperti menjajakan jasa ojek motor dan transportasi umum, sehingga mampu membantu roda perekonomian masyarakat tetap berputar.

Dengan adanya akses jalan yang layak untuk dilalui, dapat memudahkan akses para wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata yang dituju. Sementara jasa ojek maupun angkutan umum, seperti angkot, taksi online dan bus, bisa turut berkontribusi mengantarkan para wisatawan tersebut.

Suatu waktu, saya pernah berlibur ke Pulau Sabang, Aceh. Dalam benak saya, akses ke Kilometer Nol, Sabang bakal sulit dan jalan yang dilalui bakal rusak. Ternyata anggapan saya keliru, meski lokasinya jauh dari pusat kota, tapi akses yang saya lalui sangat mulus kondisi jalannya, sehingga membuat saya dan beberapa teman blogger lainnya merasa nyaman selama berada di perjalanan. Selain itu juga sudah terpasang rambu serta penerangan yang memadai. Bayangkan jika ini diterapkan di seluruh tempat wisata, tentu akan membuat wisatawan merasa puas.

Jadi jika ingin mensukseskan pengembangan tempat wisata di suatu daerah, harap diperhatikan kondisi jalan dan sarana pendukung lainnya, agar tidak mengecewakan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Pengadaan Fasilitas Pariwsiata (amenitas)
Investasi berikutnya adalah menyediakan fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti hotel, motel, restoran, cafe, minimarket hingga toko souvenir.

Tempat wisata yang memiliki fasilitas pendukung yang lengkap, tentu menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menyedot jumlah wisatawan lebih banyak, dibandingkan dengan tempat wisata yang hanya sedikit memiliki fasilitas pendukung.

Masyarakat bisa berkontribusi dengan cara mendirikan koperasi yang akan mengelola toko-toko khusus yang menjual berbagai kerajinan tangan (home made) produk lokal. Selain membantu perekonomian masyarakat, langkah ini juga sekaligus mengenalkan produk lokal kepada para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Apalagi wisatawan mancanegara sangat menyukai kerajinan tangan khas daerah. Bukan tidak mungkin, mereka akan mengenalkan souvenir yang mereka beli kepada kerabat, teman maupun kolega di negara asalnya.

Untuk kuliner, bisa mendirikan taman kuliner atau tenda-tenda tradisional yang menjajakan makanan khas daerah, serta mendirikan toko kue oleh-oleh.

Sementara, untuk hotel maupun motel, bisa mengenalkan corak-corak atau ornamen khas daerah yang dipajang di dalamnya, sehingga banyak tamu yang menginap akan melihatnya. Langkah ini pula yang diterapkan di hotel tempat saya bekerja. Ornamen dari berbagai daerah di Indonesia dikenalkan melalui beragam cara, mulai dari musik daerah yang sering diputar, pajangan khas dari daerah, hiasan dinding khas dearah, menu makanan dan minuman khas daerah hingga sprei dan sarung bantal yang didominasi oleh corak batik.

Fasilitas yang ditawarkan di sekitar tempat wisata di suatu daerah, tentu juga harus bisa mengenalkan sekaligus mencerminkan apa yang menjadi ciri khas dareah kepada para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat biasanya upaya untuk mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan cara meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perilaku, kemampuan serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, kegiatan serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan.

Pemberdayaan masyarakat meliputi berbagai bidang, mulai dari sektor industri, perdagangan, jasa, pertanian dan pariwisata, sehingga mampu menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kerja sama yang sinergis antara Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah, mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap daya tarik wisatawan, yang pada gilirannya mampu meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan masyarakat sekaligus berkontribusi pula terhadap peningkatan devisa negara.

Atraksi Wisata dan Budaya Lokal
Seperti kita ketahui bersama, Indonesia memiliki budaya lokal yang sangat beragam. Untuk meningkatkan minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, masyarakat bisa berkontribusi dengan memanfaatkan keragaman budaya tersebut dengan menggelar atraksi budaya di setiap tujuan tempat wisata.

Atraksi ini diharapkan mampu menarik minat kunjungan wisatawan. Apalagi jika atraksi budaya tersebut diadakan secara rutin, tentu akan selalu ditunggu-tunggu bagi setiap orang.

Pemerintah Daerah perlu berkoordinasi dengan masyarakat lokal untuk memfasilitasi berbagai keperluan dalam menggelar atraksi budaya. Investasi pada sektor ini lebih mengedepankan nilai budaya dan kearifan masyarakat lokal di setiap daerah wisata yang dituju.

Masing-masing Pemda juga bisa mempromosikan berbagai jenis atraksi budaya yang akan diselenggarakan melalui website resmi, agar banyak orang bisa mengetahuinya. Dengan begini, diharapkan mampu menarik minat kunjungan para wisatawan lokal dan mancanegara.

Jika saja investasi pada keempat sektor tersebut di atas diterapkan dengan baik serta tepat sasaran, maka diharapkan akan tercapai apa yang namanya kepuasan wisatawan (customer-centric strategy) berikut ini :

1. Customer Satisfaction : wisatawan merasa puas dengan destinasi wisata yang ditawarkan
2. Loyalty : wisatawan akan berkunjung kembali dan loyal dengan destinasi wisata Indonesia
3. Customer Recommendation : wisatawan akan merekomendasikan destinasi wisata Indonesia kepada wisatawan lainnya.

Semoga saja dengan adanya investasi tepat guna di beberapa bidang di atas, bisa mempermudah proses pengembangan tempat wisata 10 Bali Baru, sehingga mampu mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan kepopulerannya tidak hanya dirasakan di Indonesia saja, melainkan sampai ke mancanegara, seperti BALI!

Semoga bermanfaat.

Sumber referensi :


- https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181014151703-269-338377/indonesia-pamer-10-bali-baru-di-pertemuan-imf-bank-dunia
- https://kubik.phinemo.com/10-bali-baru-indonesia/
- https://katadata.co.id/berita/2019/07/20/infrastruktur-yang-mendekatkan-10-bali-baru
- https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/18/06/05/p9tgaz284-kemenpar-investasi-sektor-pariwisata-makin-diminati
- http://keuda.kemendagri.go.id/artikel/detail/15-menggali-potensi-pariwisata-untuk-meningkatkan-perekonomian-daerah

You May Like This :


EmoticonEmoticon