Pengalaman Pertama Ngebuzzer. Harus Selalu Mantengin Hape!

Pengalaman Pertama Menjadi Buzzer - Blog Mas Hendra

Awalnya saya iseng ikut mendaftarkan ke salah satu grup di Facebook. Seperti yang sudah-sudah, biasanya setelah daftar, saya belum beruntung mendapatkan job. Saya sudah hopeless duluan, karena kenyatannya memang sangat sulit mendapatkan job dari grup di Facebook, karena persaingan yang begitu ketat dan banyaknya jumlah blogger yang ikut mendaftar.

Tapi memang dasarnya lagi dapat rezeki, sebuah pesan singkat masuk ke nomor WhatsApp saya. Lalu nomor saya pun langsung dimasukkan ke dalam grup WA yang dibentuk langsung oleh pemberi job.

Jumlahnya sebanyak 20 blogger plus 1 orang admin sebagai pemberi job. Nantinya semua instruksi dan briefing akan dishare melalui grup WA, agar lebih efisien dan mudah dipantau.

Apa Pengertian Buzzer

Nah melalui artikel ini, saya ingin berbagi pengalaman pertama gimana rasanya menjadi seorang buzzer. Tapi sebelumnya, kita cari tau dulu, apa pengertian buzzer? Buzzer sendiri berasal dari bahasa Inggris, yang berarti bel atau sesuatu yang berdengung. Pengertian buzzer secara harfiah adalah sebuah alat yang dimanfaatkan untuk memberikan pengumuman atau mengkampanyekan sesuatu agar diketahui oleh orang banyak.

Setelah kita melihat penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan kalau buzzer adalah orang yang memanfaatkan akun sosial media miliknya untuk menyebarluaskan atau meneruskan informasi atau melakukan promosi maupun iklan dari suatu produk atau perusahaan, baik jasa maupun produk-produk tertentu.

Selain akfit bersosial media, seorang buzzer juga tentunya dapat memberikan pengaruh terhadap para followersnya, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Umumnya perusahaan-perusahaan besar memanfaatkan buzzer yang berasal dari kalangan artis top, karena memiliki jumlah followers yang sangat banyak dan memiliki pengaruh besar. Tapi konsekuensinya ya bayarannya juga sangat besar.

Tapi belakangan buzzer bisa dilakukan oleh siapa saja, asal sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh suatu perusahaan untuk memasarkan produk atau jasanya, maka ia bisa bekerja sebagai seorang buzzer, dengan jumlah bayaran bervariasi.

Tidak Mudah Menjadi Buzzer

Kembali kepada pengalaman saya menjadi seorang buzzer pertama kalinya. Pemberi job memberikan kewajiban kepada para buzzer beberapa hal, yakni membuat trending topic di Twitter, post di IG, post di Facebook dan share tulisan lewat blog. Dengan bayaran sebesar IDR 300.000.

Pengalaman Pertama Menjadi Buzzer - Blog Mas Hendra

Pemberi job akan terus mengawasi perkembangan melalui grup di WA. Sedangkan para buzzer berusaha membuat trending tropic sebuah hastag #HapusOutSourcingJICT dan mempertahankan pada posisi pertama trending topic.

Agar posisi hastag berada di urutan teratas, maka saya dan team harus selalu posting melalui Twitter dengan hastag tersebut, setiap berapa menit sekali. Maka dari itu, saya harus selalu standby dengan hape saya. Karena jika tidak, maka hastag kita akan tergeser dengan hastag lainnya. Tentu saja, ini juga kerjaan dari para buzzer.

Setelah hastag sukses di posisi teratas trending top, maka instruksi selanjutnya adalah share post di Facebook dan Instagram dengan hastag yang sama, tapi tidak seperti di Twitter yang harus membuat trending topic.

Setelah share di beberapa akun sosmed, terakhir pemberi job meminta saya dan team untuk share tulisan melalui blog masing-masing. Setelah semua dishare, nanti pemberi job akan meminta laporan setiap link yang sudah dishare di semua akun sosmed melalui grup WA. Setelah semuanya memenuhi persyaratan, uang akan langsung ditransfer secepatnya.

Ternyata menjadi buzzer itu bisa dibilang susah-susah mudah, karena harus selalu siap kapanpun untuk melakukan instruksi dari pemberi job. Sedangkan enaknya kita cukup menggunakan hape untuk menjalani tugas tersebut, jadi bisa dilakukan dimanapun sambil melakukan rutinitas lainnya.


Semoga bermanfaat.

You May Like This :


EmoticonEmoticon