Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu Agar Anda Tidak Tertipu

Pertengahan bulan Agustus 2020 lalu, saya mengunjungi salah satu situs pencari kerja untuk mencari pekerjaan bagian staff administrasi. Di situs tersebut banyak sekali perusahaan yang mencari calon pelamar untuk posisi tersebut. Secara umum, lowongan posisi staff admin memang paling banyak dicari dan diminati.

Sayangnya, karena kualifikasi yang dibutuhkan sangat umum, sehingga sangat rentan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab alias para penipu.

Hampir Tertipu Lowongan Kerja Palsu

Jadi ceritanya pada tanggal 14 Agustus 2020 lalu, saya iseng mencari pekerjaan dari salah satu situs pencari kerja di internet, bukan dari LinkedIn. Saking banyaknya lowongan pekerjaan untuk posisi staff administrasi, saya sempat kebingungan.

Singkat cerita, saya mengajukan lamaran ke salah satu perusahaan tambang di Indonesia. Siapa sih yang tidak tertarik bekerja di perusahaan pertambangan. Apalagi dengan iming-iming gaji besar dan berbagai fasilitas menarik lainnya.

Lucunya, calon pelamar bisa mengajukan atau mengirimkan surat lamaran dan daftar riwayat hidup (CV) melalui Google form yang tersedia di situs pencari kerja tersebut. Sampai di sini saya tidak menaruh curiga sama sekali.

Tiga hari setelah mengirimkan surat lamaran tersebut, ada undangan untuk mengikuti proses perekrutan karyawan yang dikirimkan ke email yang saya daftarkan. Di dalam email disebutkan kalau proses perekrutan dilakukan di salah satu cabang perusahaan tambang tersebut, yakni di daerah Palembang. 

Wow, jauh amat, saya harus ke Palembang dulu untuk mengikuti seluruh proses perekrutan karyawan yang memakan waktu dua hari tersebut.

Biaya ongkos dan biaya penginapan ditanggung peserta terlebih dulu, nantinya seluruh biaya tersebut bisa di-reimburse dan akan diganti oleh perusahaan tambang tersebut. Sampai di sini, saya mulai curiga. Kenapa saya harus jauh-jauh ke Palembang, sementara kantornya di Jakarta pun ada. Kenapa tidak interview saja di kantor cabang sesuai domisili. Kenapa saya harus mengeluarkan uang terlebih dulu. Karena biasanya yang namanya melamar pekerjaan tidak dikenakan biaya apapun.

Dan masih banyak kejanggalan lainnya yang akan saya beberkan satu persatu, sehingga Anda bisa membedakan antara lowongan kerja resmi dan lowongan kerja palsu.

Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu

Berikut adalah ciri-ciri lowongan kerja palsu (berdasarkan pengalaman saya) yang perlu Anda waspadai :

1. Persyaratan yang Dibutuhkan Sangat Umum


Coba Anda perhatikan lagi kualifikasi di atas secara detail. Dari kualifikasi yang dibutuhkan, persyaratan yang sangat spesifik hanyalah PENGALAMAN KERJA 1 SAMPAI 2 TAHUN saja. Selebihnya adalah persyaratan yang sangat umum. Artinya sebagian besar pelamar memiliki peluang untuk bisa bergabung di perusahaan tersebut.

Berbeda dengan lowongan kerja resmi, dari beberapa kualifikasi yang dibutuhkan, biasanya persyaratannya lebih spesifik. Artinya hanya calon pelamar dengan kualifikasi yang memenuhi persyaratan saja yang akan diterima.

Meski tidak bisa dijadikan sebagai acuan dasar, tapi setidaknya Anda punya sedikit gambaran untuk bisa membedakan mana lowongan pekerjaan yang resmi dengan lowongan pekerjaan yang palsu atau hoax.

2. Menampilkan Gaji dan Fasilitas yang Menggiurkan

Rata-rata lowongan pekerjaan palsu yang saya lihat di situs pencari kerja, selalu menampilkan jumlah gaji yang menggiurkan. Apalagi jika nominalnya sudah tidak wajar. Padahal posisi yang ditawarkan hanyalah bagian staff administrasi. Kalau Anda menemukan yang seperti ini, sebaiknya segera tinggalkan saja.

Biasanya nominal gaji hanya akan dibicarakan antara pihak perekrut (HRD) dengan calon pelamar pada saat interview terjadi.

3. Mencatut Nama Perusahaan Terkenal atau BUMN Besar

Perusahaan tambang yang ingin merekrut saya dan juga calon pelamar lainnya mencatut nama BUMN besar di Indonesia. Sehingga membuat banyak calon pelamar tertarik. Apalagi jumlah gaji dan fasilitas yang ditawarkan sangat menggiurkan.

Jadi jika ada perusahaan terkenal atau BUMN besar membuka lowongan pekerjaan, sebaiknya Anda bersikap kritis dengan mengecek ke situs resmi perusahaan.

4. Membayar Biaya Travel, Biaya Penginapan dan Biaya Pelatihan di Depan


Lucunya proses rekrutmen karyawan diadakan di Kota Palembang, saya diminta untuk membayar terlebih dulu biaya ongkos dan biaya penginapan ke agen travel yang telah ditunjuk. Nanti biayanya akan diganti oleh perusahaan. Lucu kan. That's so stupid!! 

Semua biaya transportasi, biaya makan hingga biaya penginapan biasanya tidak akan ditanggung perusahaan. Perusahaan juga tidak akan meminta biaya apapun kepada calon pelamar, termasuk biaya training atau pelatihan. Kalaupun ada perusahaan yang meminta paksa biaya pelatihan, maka sudah bisa dipastikan penipuan.

5. Menggunakan Email dan Alamat Website Gratisan


Sebagai blogger, saya paham betul, mana email yang gratisan dan email berbayar. Sesaat setelah saya menerima email dari perusahaan abal-abal tersebut, saya langsung curiga dengan alamat email gratisan yang digunakan. Masa perusahaan tambang besar masih pakai alamat email gratisan.

Jika perusahaan masih menggunakan alamat email berbasis gratisan (gmail.com atau yahoo.com) dan situs perusahaan juga berbasis gratisan (blogspot.com, wordpress.com dan lainnya), maka Anda harus waspada bahwa perusahaan tersebut adalah abal-abal.

6. Mengirimkan Surat Undangan ke Semua Kandidat

Email yang saya terima, ternyata isinya memuat daftar kandidat calon pelamar lainnya yang totalnya mencapai 30 orang. Dari sini saja seharusnya Anda sudah bisa curiga, karena undangan interview resmi biasanya disampaikan secara personal, sehingga tidak mungkin menyebutkan siapa saja kandidatnya.

7. Jobdesk yang Kurang Jelas

Biasanya lowongan kerja yang berniat menipu memiliki jobdesk atau tugas yang kurang jelas bagi calon pelamar. Berbeda dengan lowongan kerya yang resmi, memiliki jobdesk yang jelas dan lebih spesifik. Atau bahkan ada yang tidak menampilkan jobdesk sama sekali. 

Jika Anda menemukan lowongan kerja dengan jobdesk yang kurang jelas dan tidak spesifik, sebaiknya berpikir dua kali untuk melamar di sana.

Penutup

Semakin canggih teknologi, maka semakin kreatif para penipu untuk mencari korbannya. Hal ini menuntut kita untuk selalu waspada agar tidak tertipu atau terjebak dengan berbagai tawaran menggiurkan yang tidak masuk akal, termasuk lowongan pekerjaan penipuan tersebut. 

Selain penipuan dengan modus lowongan pekerjaan, Anda juga harus waspada dengan penipuan modus undian berhadiah mobil yang biasanya kertas undiannya tergeletak di depan pintu rumah. Dan berbagai modus penipuan lainnya.

Semoga bermanfaat.

8 comments for "7 Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu Agar Anda Tidak Tertipu"

  1. hahahahha, loker kayak gini, nyasar ke teman-teman kita yang baru melek dengan dunia teknologi. dan itu pernah saya rasakan mas. bukan hanya satu. malah puluhan fake loker, cara kerja seperti itu.

    ujung dari loker palsu ini, kita akan disuruh untuk transfer uang ke perusahaan travel fake. itu juga fake travel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas, semuanya fake, gak ada perusahaan atau travel agen. Kasian yang gak melek teknologi akan semakin banyak korbannya. Semoga artikel ini bisa dibaca oleh semua orang, biar gak ada lagi yang tertipu

      Delete
  2. 2020 masih ada aja yah kesel
    Banget liatnya nih, modus dari zaman dulu kala ni kang kirain udah ilang eh masi aja ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih banyak teh. Malah makin pintar cara nipunya, kasian kan yang gak melek teknologi. Jahap amad ya horang

      Delete
  3. Dalam Kesempitan malah dijadikan kesempatan ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang betul, Semoga si penipu baca artikel ini OIIIII... Blogger mau dikadalin

      Delete
  4. Pernah hampir ketipu dengan modus yg sama. Sampai di telpon bolak balik nanyain sudah beli tiketnya belum. Harus beli tiket pesawatnya di agen travel "x" ga boleh yg lain. Dan memang dengan iming2 gaji yg besar per bulan. Tapi begitu di track atau dicari nama perusahaannya fiktif, alamat email gratisan dan suruh bayar semua pengeluaran dulu dimuka. Kayaknya sih operasinya sudah lama nih perusahaan travel tapi gak ngerti harus laporan kemana. Kasihan yg masih fresh grad kalo sampai ketipu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya sih gak ditelepon. Cuma email dan SMS aja, akhirnya saya cuekin, malas ngeladeninnya, ngabisin waktu.

      Delete

Berlangganan via Email