Pentingnya Memiliki Asuransi Kesehatan Untuk Perlindungan Keluarga


Menurut saya pribadi, punya asuransi kesehatan itu bisa dibilang penting banget. Apalagi kalau sudah punya tanggungan (anak dan istri), karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Meski saya atau kalian semua pasti tidak mau yang namanya sakit kan?. Nah berikut adalah pengalaman saya menggunakan asuransi kesehatan ketika anak saya sakit telinga.


Anak pertama saya, Nabil sempat mengeluh kalau telinga sebelah kanan kurang maksimal dalam mendengar. Keluhannya hanya itu saja sih, tidak ada keluhan lainnya. Masalah ini katanya sudah berlangsung cukup lama, tapi baru cerita belum lama ini.

Tidak mau menunda lagi, saya pun segera bawa Nabil untuk periksa ke dokter spesialis THT di rumah sakti Sari Asih, Ciputat. Sebenarnya sudah beberapa kali saya dan keluarga berobat ke rumah sakit ini. Waktu saya periksa masalah kulit ke dokter spesialis kulit, lalu sewaktu istri saya sakit telinga, juga periksa ke rumah sakit yang sama. Dan semuanya pakai asuransi yang saya dapat dari kantor.

FYI, Rumah Sakit Sari Asih cabang Ciputat ini punya pelayanan yang cukup baik. Petugas wanitanya berjilbab semua. Kebersihan di bagian lobi cukup dijaga dengan baik, tapi tidak tahu deh kalau kondisi kamarnya. Rumah sakitnya juga tidak terlalu besar. Ada kantin di dalamnya, jadi tidak perlu khawatir kalau sewaktu-waktu lapar menyerang. Di sampingnya ada sebuah masjid. Dan kalau sudah masuk waktu sholat, biasanya azan berkumandang melalui speaker rumah sakit.

Sampai di lokasi, saya ambil nomor antrian ke petugas yang berjaga. Nanti akan ditanya, mau bayar (umum) atau pakai asuransi. Setelah dapat nomor, langsung ke bagian registrasi. Petugas akan menanyakan nama pasien. Kalau belum pernah berobat sebelumnya, akan didaftarkan dan biasanya dikasih kartu berobat.

Tanpa menunggu lama, saya diarahkan ke bagian petugas di Poliklinik. Sampai di sini, disuruh antri di bagian Poli THT. Alhamdulillah, siang itu tidak ada antrian sama sekali di THT. Baru duduk 15 detik, eh langsung dipanggil.

Memasuki ruangan, kami ditanya keluhan yang dirasakan. Dokternya juga baik dan ramah, selalu menjawab dengan detail setiap pertanyaan yang saya ajukan. Namanya juga bloger, nanyanya detail banget, hahaha... Ya iyalah, kita sebagai pasien kan berhak mendapatkan informasi yang akurat dan jelas. Apalagi setiap pasien bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Setelah tahu keluhannya, dokter yang diketahui bernama Bu Sandhi ini, langsung menyuruh Nabil untuk duduk di sebuah kursi khusus. Kedua telinga disorot dengan kamera khusus dan langsung terlihat di monitor. Kondisinya gendang telinga ternyata tertutup sama kotoran telinga yang sudah menumpuk.

CEK TELINGA SETIAP ENAM BULAN
Selanjutnya diambil tindakan dengan menyemprotkan cairan (tidak tahu apa namanya) ke telinga. Kata Nabil rasanya dingin dingin maknyooos. Setelah itu dokter mengambil kotoran dari dalam telinga dengan alat kecil panjang. Tidak sakit sih, cuma geli gitu. Setelah itu, kotoran pun berhasil diambil dan dibuang.


Setelah telinganya bersih, pendengarannya pun lebih jelas dari sebelumnya. Kata dokternya telinganya cuma kotor saja, jadi tidak perlu dikasih obat apapun. Agar kebersihan dan kesehatan telinga dapat terjaga dengan baik, sebaiknya telinga rutin diperiksa setiap enam bulan sekali, sama seperti gigi dan juga mata.

Setelah selesai, saya pun ke bagian kasir untuk membayar. Situasi ini lebih bikin jantung sport dibanding diperiksa sama dokter, hahaha... Apalagi kalau melihat angka tagihannya besar. Tagihan yang harus saya bayar ke dokter spesialis THT sebesar 490 ribu. Jumlah segini hanya untuk biaya konsultasi dan periksa saja guys. Dokter spesialis memang lebih mahal dibanding dokter umum.


Alhamdulillah, karena saya bayar pakai asuransi, sebagian biaya dicover pakai asuransi, yakni sebesar 270 ribu, sisanya 220 ribu saya bayar cash. Kenapa tidak dicover semua? Soalnya limit asuransi yang saya dapatkan memang kecil. Terkadang memang ada sebagian biaya yang tidak ditanggung oleh asuransi, tapi ini tergantung dari asuransinya dan jenis paket asuransi yang dipilih.

Tapi guys, memang keberadaan asuransi ini benar-benar membantu, apalagi kalau kondisi keuangan lagi tipis banget. Contohnya ketika saya atau anak/istri sakit, saya berobat ke dokter umum di klinik Citra Insani di Pengasinan, Depok. Sekali berobat biayanya antara 150 ribu sampai 250 ribu. Alhamdulillah, saya tidak pernah bayar pakai cash, karena semua biaya obat dicover pakai asuransi.

Perlindungan kesehatan terhadap keluarga memang penting. Selain berobat pakai asuransi milik pemerintah (BPJS), kalian juga bisa mendaftar ke asuransi yang diinginkan. 

Berikut ada sedikit tips bagi kalian dalam memilih asuransi yang cocok :

3 Tips Memilih Asuransi - Blog Mas Hendra

1. Pilih Perusahaan Asuransi yang Jelas
Agar tidak kecewa, pilih perusahaan asuransi yang jelas dan kredibel serta berada di bawah naungan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan agen-agen penjual produk asuransi yang berlisensi AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia).

2. Pilih Jenis Asuransi yang Sesuai dengan Kemampuan
Tentukan besar premi yang sesuai dengan kemampuan finansial. Jangan sampai kewalahan dalam membayar premi setiap bulannya.

3. Pelajari, Pahami dan Baca Polis dengan Teliti
Mungkin sebagian dari kita malas membaca informasi seputar polis asuransi. Padahal hal ini cukup penting, agar kita mengetahui informasi secara detail, mulai dari manfaat dan fasilitas yang akan kita dapatkan serta prosedur pengajuan klaim.

Semoga bermanfaat.

You May Like This :

2 comments

BPJS ada....

Manulife dari kantor ada...

Amann...


Wkwkwkwk

@Riza Alhusna : Tinggal jaga kesehatan baik-baik aja bro...


EmoticonEmoticon