3 Pelajaran Penting Dari Sakit yang Kita Alami


Blog Mas Hendra - Beberapa tahun silam, saya pernah mengalami sakit demam berdarah. Saat itu, karena kondisinya sudah semakin ngedrop, dokter menyarankan untuk dirawat di rumah sakit, karena jumlah trombosit saya jauh di bawah standard, yakni antara 200.000 - 400.000 trombosit per mikroliter (mcL). Sementara jumlah trombosit saya saat itu di bawah angka 60.000. Angka ini sudah membuat saya merasa lemas.


Karena kondisi yang lemas dan tidak karuan, memaksa saya harus diopname selama 6 hari di Rumah Sakit Fatmawati. Selama itu juga saya jadi terbiasa "berteman" dengan yang namanya obat-obatan, jarum suntik dan makanan rumah sakit yang tidak enak rasanya dan bikin mual.


Setiap orang tentu tidak mau merasakan yang namanya sakit, tapi mau bagaimana lagi, lha wong yang ngasih sakit dan sehat itu kan dari Allah, kita hanya bisa berusaha sebaik mungkin agar tidak mengalami yang namanya sakit, karena manusia itu hanya sebagai perencana saja, sedangkan Allah yang memberikan keputusan akhir seperti apa.

Namun apapun keputusan yang diberikan, adalah yang terbaik untuk kita. Percayalah. Ketika ditimpa sakit, setidaknya ada 3 pelajaran penting yang bisa kita petik hikmahnya. Apa sajakah itu, berikut point-pointnya :


1. Lebih Menghargai Waktu Sehat
Ketika seseorang sehat dan punya banyak waktu luang, terkadang suka lalai dan kurang menghargai waktu sehatnya untuk berbuat hal-hal positif dan menebar kebaikan. Tapi ketika ditimpa sakit, baru sadar, dan ingin cepat-cepat sehat kembali, serta tidak ingin menyia-nyiakan waktu sehatnya untuk melakukan berbagai kebaikan.

2. Sering Introspeksi Diri
Introspeksi diri adalah hal yang sangat baik dilakukan untuk bisa melihat kesalahan apa saja yang sudah diperbuat, lalu menata hati untuk memperbaikinya kembali. Introspeksi diri bisa dilakukan kapan saja. Tapi faktanya, kebanyakan orang baru sadar dan ingat dengan segala kesalahan di saat-saat sakit, dan ingin memperbaiki semuanya kembali ketika sehat.

3. Lebih Dekat Kepada Maha Pencipta
Tanpa disadari, ketika seseorang sakit, akan lebih banyak mengingat Sang Maha Pencipta ketimbang ketika sehat. Mungkin dengan cara seperti ini, Tuhan ingin "menegur" kita untuk selalu ingat, bersyukur kepada-Nya dan lebih dekat dengan-Nya. Maka dari itu, banyak orang malah lebih rajin beribadah ketika sudah ditimpa kepayahan (sakit). Padahal seharusnya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, malah harus lebih rajin lagi beribadah dan bersyukur kepada-Nya.

Nah itu tadi empat pelajaran atau hikmah yang bisa diambil ketika kita ditimpa rasa sakit. Maka dari itu, intinya adalah tetap bersyukur dalam keadaan apapun, bahkan ketika sakit sekalipun.

Semoga bisa diambil hikmahnya buat kita semua. AAAMIIIN...

#MotivasiDiri
#MenghargaiWaktu

You May Like This :

8 comments

Saya 3 kali Opname mas...dan semua itu tidak pernah saya lupakan,sekarang saya lebih menghargai kesehatan dan menjaga asupan makanan. Dekat dengan Allah bisa menjadi Obat kala kita sakit

Sakit buat lebih sayang sama diri sendiri mas, lebih menghargai raga juga butuh istirahat. Sakit tanda Allah sayang, Allah pengen kita lebih bijaksana sama raga sendiri. .

Setuju mas,
Terkadang kita harus merasakan sakit dulu, baru tau bagai mana kesehatan itu sangat penting bagi kita, hehe

@Dwi : Ternyata punya pengalaman diopname, tapi lebih banyak...

@Lucky : Betul banget mba Lucky, semoga dengan sakit ini Allah jadi lebih sayang ya

@Septian : Betul banget, kalo kita sehat terus, kita gak tau gimana rasanya sakit dan menghargai waktu sehat.

semoga bisa menghargai kesehatan dan bersabar saat sakit dataang kang , karena itu akan menjadi penghapus dosa


EmoticonEmoticon