Mie Rampok, Menikmati Sensasi Pedasnya Mie di Dalam Sel Tahanan


Sore itu saya, istri dan kedua anak saya mencoba wisata kuliner yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Hanya sekitar 5 menit saja dari rumah. Kebetulan kondisi perut lagi lapar, jadi kami memutuskan untuk mencari camilan "agak berat" pada sore hari. Pilihan pun jatuh pada tempat makan yang bisa dibilang cukup unik dan lain daripada yang lain.


Namanya adalah "Mie Rampok". Dan ini adalah kunjungan perdana saya ke tempat ini. Sesuai dengan namanya, atmosphere yang akan pengunjung rasakan juga benar-benar seperti berada di dalam sel tahanan. Setiap "sel" terdapat empat set meja dan kursi dari kayu.





Layaknya tahanan koruptor di Indonesia yang merasa bangga ketika di depan mata kamera 😉

Setiap pengunjung yang datang, langsung dilayani dengan pelayan yang memakai baju belang-belang hitam putih, mirip seorang napi. 

Di setiap sel juga terdapat banner-banner yang digantung yang tulisan-tulisan yang mendukung gerakan anti narkoba dan pemberantasan terhadap korupsi. Hmmmm, cukup greget juga sih tulisannya.





Nama menu makanannya pun terbilang cukup unik. 

💚 Nasi goreng (hitam) rampok pedas level-levelan :

🔺 Level 1- Salah Tangkap = 5 cabai
🔺 Level 2 - Masa Percobaan = 15 cabai
🔺 Level 3 - Hukuman Rumah = 35 cabai
🔺 Level 4 - Hukuman Cambuk = 55 cabai
🔺 Level 5 - Hukuman Mati = 100 cabai

Selain nasi goreng, ada juga mie (level 1-5), Chicken Wing, Ceker, Ayam Katsu, Chicken Ball dan Ayam Mentok. Lalu tersedia juga berbagai menu camilan lainnya.

Baca juga artikel lainnya :
Olahan Roti Menjadi Menu Sarapan yang Luar Biasa
Jamur Tiram Krispi dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Untuk minumannya tersedia Cappuccino, Es Cappuccino, Kopi Hitam, Teh Tarik Cincau, Teh Tarik Ais, Es Lemon Tea, Es Jeruk dan Ais Sia-Nida.



Waktu kami kesana, kami memesan 2 mie pedas level 1 (masa percobaan saja sih). Lalu 1 porsi ayam+nasi, es teh manis dan teh manis hangat.

Harganya pun cukup terjangkau. Untuk mie level 1 hanya IDR 14.500 per porsi. Tapi sayangnya porsinya sedikit, jadi kalau lapar berat mendingan beli 2 porsi atau sekalian 3 porsi, hehehe. Untuk mie level 1 tidak begitu pedas, maklum saja cabainya hanya 5.

Mie disajikan dalam sebuah loyang stainless, mirip tempat makanan yang banyak ditemui di dalam tahanan. Satu porsi mie hanya dapat kerupuk sedikit dan mentimun sekitar 4 potong. Sedikit banget guys. 



Harga satu porsi ayam+nasi hanya IDR 16.000. Harganya cukup worth it lah. Sudah dapat nasi (ukuran semangkuk kecil), beberapa lembar seladah dan mentimun serta satu mangkuk sambal berukuran kecil yang rasanya kurang pedas.



Restoran yang berdiri di ruko yang cukup panjang ini memuat 3 "sel" lengkap dengan masing-masing 3 set kursi dan meja kayu didalamnya. Ruangannya kurang dingin dan sejuk, masih terasa gerah. 

Ketika kami menanyakan washtafel untuk mencuci tangan, petugas menyarankan kami untuk cuci tangan di kamar mandi. Sayangnya kebersihannya masih kurang terawat. Seharusnya sanitarinya juga diperhatikan, khususnya pengadaan washtafel untuk mencuci tangan.

Tempat parkirnya lumayan cukup luas, sehingga bisa memuat banyak mobil dan motor.

Bagi kalian yang penasaran untuk mencicipi mie Rampok di sekitar Parung, silahkan saja berkunjung. Lokasinya berada setelah Pasar Parung mengarah ke Kota Bogor, atau tepatnya di Lebak Wangi.



Mie Rampok ini tidak hanya ada di Parung saja, tapi juga di Depok, Bandung, Batam, Jember, Sidoarjo, Surabaya, Bali dan Makassar. Dan kemungkinan besar akan semakin bertambah cabang barunya.


Siapa yang berani mencoba level 5 dengan 100 cabai?? Coba dan rasakan sensasi pedasnya mie Rampok di dalam sel penjara.

Semoga bermanfaat.

You May Like This :


EmoticonEmoticon