Tipe Pengendara Motor di Jakarta

Assalamu 'Alaikum... Apa kabar sobat blogger semuanya?

Seperti yang kita ketahui bersama, perkembangan kendaraan baik roda empat dan roda dua di sejumlah kota besar di Indonesia sangatlah pesat. Terutama kendaraan roda dua alias motor di kota Jakarta. Sesuai dengan judul postingan saya kali ini Tipe Pengendara Motor di Jakarta, Saya hanya akan membahas kebiasaan berkendara pemotor di kota Jakarta ini, karena memang selain saya tinggal dan cari makan di kota ini, saya juga salah satu pengguna motor di kota ini, hehehe...


Postingan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan atau menjelekkan para biker di jalan raya, melainkan hanya sebuah opini yang berkembang berdasar dari pengalaman saya pribadi selama berkendara motor di kota Jakarta. Kalaupun ada yang ingin menambahkan, silahkan di-share di blog ini.

Seperti apa sih tipe pengendara motor di Jakarta itu? Termasuk ke dalam tipe apakah Anda?! Langsung saja kita lihat ulasannya di bawah ini :



1. Tipe Kalem
Kalau lagi bawa motor sangat pelan, santai dan tenang. Saking pelannya, membuat pengendara di belakangnya tidak sabaran. Padahal jalanan di depan kosong. Entah baru belajar motor atau lagi memikirkan sesuatu.


2. Tipe Mengalah (tipe yang teramat sangat langka)
Pada tipe ini, pengendara selalu mempersilahkan pengendara lain untuk lewat lebih dulu. Lebih banyak mengalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan cenderung berhati-hati ketika membawa motor. Tapi tipe ini sangat langka ditemukan guys, paling juga 1000 berbanding 1. 


3. Tipe Pemberani
Kalau yang ini kenapa saya sebut "pemberani", karena kadang suka menerobos palang kereta api, menerobos lampu merah dan lain sebagainya. Kalau ketabrak bisa gawat urusannya guys.

Tipe Pengendara Motor di Jakarta - Blog Mas Hendra
Gambar : dumaiportal.com

4. Tipe MotoGP
Bawa motornya serasa berada di arena balap MotoGP. Ngebut tingkat tinggi. Tidak peduli keselamatan dirinya sendiri, apalagi orang lain.

Tipe Pengendara Motor di Jakarta - Blog Mas Hendra
Gambar : iqbalsayap.blogspot.com


5. Tipe Alay / ABG Labil
Biasanya model ban motornya kebanyakan menggunakan model ban cacing, alias ban ceking. Velg motor racing-pun diganti dengan velg jari-jari. Tapi tidak semua termasuk alay loh, tapi jika Anda melihat motor dengan model seperti itu di jalan, rata-rata pengemudinya usianya masih sangat muda alias cabe-cabean

Tipe Pengendara Motor di Jakarta - Blog Mas Hendra
Gambar : tiwulwonogiri.wordpress.com.


6. Tipe Pole-Position
Hampir mirip dengan tipe MotoGP, dimana setiap berhenti menunggu lampu merah, posisinya selalu paling depan. Seolah-olah mau mulai balapan di MotoGP. Baca juga artikel : Hal yang Sering Dilakukan Biker Saat Menunggu Lampu Merah



Tipe Pengendara Motor di Jakarta - Blog Mas Hendra
Gambar : kaskus.co.id.


7. Tipe Caper (cari perhatian)
Nah tipe ini kadang saya lihat, kalau lagi naik motor, tiba-tiba lepas kedua tangannya, bahkan ada yang sedang stretching (peregangan) tangan atau ada juga yang sambil pakai helm. Entah apa maksud dan tujuannya, tapi yang jelas hal ini sangat membahayakan dirinya sendiri. 

Tipe Pengendara Motor di Jakarta - Blog Mas Hendra
Gambar : lombokmotor.com.

8. Tipe Atraksi
Hampir mirip dengan tipe caper diatas, tapi tipe ini biasanya naik motor sambil mainin handphone, sementara tangan yang satunya memegang kendali motor. Biasanya motornya berjalan sangat pelan, menggangu pengendara yang ada di belakangnya. Kenapa saya sebut atraksi, karena ketika membawa kendaraan, dibutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Apabila melakukan 2 aktivitas dalam waktu bersamaan , maka konsentrasinya akan terpecah. Di sinilah letak "kehebatannya", melakukan dua aktivitas yang berbeda dalam satu waktu, jago kan?? 

Sebaiknya jangan ditiru ya guys, kecuali nyawa Anda lebih dari satu, ya tidak jadi masalah.

Tipe Pengendara Motor di Jakarta - Blog Mas Hendra
Gambar : radisnew.wordpress.com.


9. Tipe Ngerumpi
Ternyata ngerumpi tidak hanya dilakukan di depan rumah, namun di Indonesai, ada segelintir orang yang cukup ekstrim dan anti mainstream, ngerumpi diatas motor. Biasanya mereka berjalan pelan membawa dua motor sambil berbincang-bincang. Tidak peduli dengan keadaan sekitar, seolah dunia milik mereka berdua.


10. Tipe Membingungkan
Rupanya ibu-ibu masih memegang predikat sebagai biker yang sering lupa nyalain lampu sign ke kiri, tapi belok ke kanan. Hal ini tentu saja dapat membahayakan dirinya sendiri dan juga pengendara lainnya. Tapi tidak sedikit juga biker yang tidak menyalakan lampu sign, tiba-tiba belok. Baca juga artikel : Terungkap!! Ini Alasan Kenapa Lampu Sein Menyala Tidak Sesuai Beloknya


11. Tipe Parasit
Motor yang mengalami mogok, kini jarang banget kita lihat motornya ditarik dengan menggunakan tali tambang, tapi didorong sama temannya. Si pendorong akan mendorong motor yang mogok dengan menggunakan kakinya. Yang cukup merepotkan kalau lagi macet parah. Langkah ini memang cukup praktis, tidak perlu alat apapun, cuma bermodalkan kaki yang kuat saja sudah cukup.

Tipe Pengendara Motor di Jakarta - Blog Mas Hendra
Ilustrasi foto : apriantoblog.wordpress.com


12. Tipe Paling Ribet
Sering kita jumpai, jumlah barang yang dibawa di motor terkadang melebihi kapasitas. Padahal hal ini akan merepotkan si biker itu sendiri. Belum lagi resiko barang akan terjatuh jika ikatannya kurang kuat. Selain itu juga akan memperlambat laju motor, karena barang bawaan yang sangat banyak. Alasannya sih karena menghemat biaya, waktu dan tenaga. 

Hemat sih hemat, tapi pikirin keselamatan sendiri juga dong guys...

Tipe Pengendara Motor di Jakarta - Blog Mas Hendra
Gambar : nunoe25.wordpress.com.


13. Tipe Gerakan Tanpa Bayangan
Sering kita jumpai biker yang tiba-tiba saja sudah berada di samping kita, lalu menyalip. Keberadaanya sama sekali tidak ketahuan, karena saking halusnya suara motornya.


14. Tipe Si Ahli Manuver
Tipe ini bisa dibilang tipe biker yang cukup sembrono dan sangat membahayakan pengendara lain. Dengan cekatannya, si biker dengan gesit mengendarai motornya secara zig-zag, menyalip kendaraan lain ke kanan atau ke kiri. Bahkan parahnya suka memotong jalan di depan pengendara lainnya. 

15. Tipe Emosi Tingkat Tinggi
Karena beragam keperluan dan aktivitas di jalanan, sering terjadi gesekan antar sesama pengendara lainnya. Hal sepele pun menjadi besar. Hal seperti ini yang dapat memicu timbulnya perselisihan, atau bahkan perkelahian. Semuanya terjadi karena pengendalian emosi yang sangat buruk. Selain itu karena rendahnya EQ, seseorang tidak mampu untuk mengendalikan emosinya. 

Gambar : rinagu.com.

Itulah beberapa tipe pengendara motor di Jakarta yang biasa sering saya jumpai di jalanan. Tidak tertutup kemungkinan, di kota lainnya juga ada tipe-tipe pengendara motor seperti yang sudah saya sebutkan diatas. 

Terlepas dari itu semua, marilah kita bersikap bijak dalam mengendarai kendaraan di jalanan demi kepentingan keselamatan diri kita sendiri maupun orang lain. Dan ingatlah selalu : KELUARGA ANDA SELALU MENUNGGU DI RUMAH. Kalau masih belum berkeluarga, KAPAN NIKAH???

Semoga bermanfaat.

You May Like This :


EmoticonEmoticon