Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Mengenalkan MPASI pada Bayi

Mengenalkan MPASI
Image : ibupedia.com

MPASI atau makanan pendamping ASI idealnya diberikan saat bayi sudah berusia 6 bulan ke atas. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi belum siap untuk mengolah apapun selain ASI, MPASI yang diberikan terlalu dini bisa menyebabkan penyakit pencernaan.

Namun, jika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan, MPASI harus segera diperkenalkan padanya. Lalu, adakah tips khusus agar proses pemberian MPASI bisa berjalan dengan lancar? Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diterapkan.

Langkah Pengenalan MPASI

Kesiapan bayi

Selain usia, hal-hal berikut bisa menjadi acuan para Ibu untuk mengetahui apakah si kecil sudah siap untuk diberikan MPASI atau belum :

- Bisa duduk tegak tanpa dibantu

- Refleksi lidah sudah bagus, tidak lagi mendorong keluar saat ditawari makanan

- Bayi tertarik untuk mengunyah makanan

- Bayi mulai mengambil makanan dengan ibu jari dan telunjuk, bukan dengan telapak tangan

- Bayi terlihat antusias saat orang dewasa di sekitarnya mengunyah sesuatu

- Adanya respon dari si kecil untuk membuka mulutnya saat diberikan sesuatu

Jenis MPASI yang diberikan

MPASI harus mengandung makronutrient dan mikronutrient yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya. Secara bertahap, Ibu bisa memberikan makanan pendamping berikut untuk si kecil :

- Bubur khusus bayi, bisa terbuat dari beras, oat atau sereal. Ibu bisa mencampurnya dengan ASI atau susu formula. Perhatikan juga tingkat kepadatannya. Untuk pemberian bubur perdana, sebaiknya tetap disaring hingga lumat, agar mempermudah bayi untuk mencernanya.

- Puree sayur dan buah, bisa terdiri dari sayuran, seperti brokoli, bayam dan wortel. Sementara dari buah-buahan, terdiri dari pisang, alpukat dan apel. Buah dan sayuran tersebut bisa dijadikan puree sebagai MPASI untuk si kecil.

- Finger food, atau makanan yang dipotong kecil berukuran jari, agar mudah digenggam bayi. Makanan ini biasanya baru diberikan saat bayi berusia antara 9 - 12 bulan. Ibu bisa memberikan potongan pepaya atau alpukat pada si kecil pada tahapan ini.

- Makanan lanjutan, diberikan saat bayi sudah berusia lebih dari 9 bulan. Ibu bisa saja memberikan tahu atau tempe rebus, roti, kentang kukus, telur hingga nasi tim. Perhatikan tingkat kepadatannya, jangan sampai bayi tersedak saat mengkonsumsinya.

Anda tidak perlu memberikan gula dan garam (apalagi penyedap rasa) pada MPASI untuk si kecil. Sebagai penambah rasa, Anda bisa menambahkan keju, bawang putih, rempah-rempah ringan, lemon dan yoghurt. Anda juga bisa mengajari si kecil minum langsung dari gelas. Hal ini bisa membantu menumbuhkan giginya dengan baik.

Tips Mengenalkan MPASI pada Bayi
Image : ibupedia.com

Frekuensi dan jumlah MPASI yang diberikan

Sebagai perkenalan awal, Anda cukup memberikan si kecil MPASI dua kali sehari dengan porsi 2 - 3 sendok makan penuh, tanpa makanan selingan. Jika sudah mulai terbiasa dan bayi terlihat lapar, maka Anda bisa menambah porsi dan frekuensinya menjadi 4-6 kali dalam sehari dengan porsi kurang lebih 250 gram setiap kali makan.

Jangan dipaksa

Orang dewasa saja tidak suka dipaksa bukan? Jika bayi Anda menolak saat diberikan MPASI, jangan memaksanya. Kesabaran memang penting, akan tetapi Anda juga tidak boleh mudah menyerah. Pelajari jam bayi Anda saat terlihat lapar. Perhatikan juga makanan apa yang membuatnya menolak makan, mungkin ia memang tidak menyukai rasa dan teksturnya. Anda bisa menggantinya dengan menu lainnya.

Jika Anda masih memerlukan konsultasi seputar MPASI, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter anak langsung untuk mendapatkan saran yang tepat dan terbaik bagi si kecil.

Semoga bermanfaat.

4 comments for "Tips Mengenalkan MPASI pada Bayi"

  1. Dulu pas anak masih usia 1-2 tahun paling susah nyari mpasi yang tepat karena anak banyak alergian beberapa bahan pokok seperti telur dan ayam.. ditambah gak doyan nasi T.T

    maunya mie mulu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini salah satu tantangan yang dihadapi orang tua. Tapi sekarang sudah tidak alergi kah?

      Delete
  2. Iya nih, setidaknya orang tua sudah mengetahui respon bayinya. Karena masih banyak yang menjejel makanan ke mulut bayi, seperti bubur gitu. Kan kasihan, bahkan sampai anak yang nangis pun tetap dipaksa :(
    Mungkin ini ya cikal bakal anak melawan orang tua, lha wong sejak bayi sudah dipaksa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, pemaksaan berujung pada perubahan tingkah laku si bayi ya.

      Delete

Berlangganan via Email