Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Tips Memilih Berita Hukum Terpercaya

Berita Hukum Terpercaya

Jauh sebelum internet booming seperti saat ini, sebagian besar masyarakat dapat mengakses berita dan beragam informasi lainnya melalui sebuah surat kabar. Karena tidak mau ketinggalan berita, saya pun memutuskan untuk berlangganan salah satu koran nasional yang cukup populer saat itu. Rasanya selalu tidak sabar menunggu koran datang di pagi hari untuk membaca berita paling update. Apalagi sambil dibarengi dengan secangkir kopi hangat, tentu saja aktivitas membaca koran menjadi lebih menyenangkan.

Saat itu keberadaan koran memang masih menjadi primadona dan selalu dinantikan bagi sebagian masyarakat, terutama bagi yang gemar membaca berita, termasuk saya pribadi. Apalagi jika informasi yang disajikan di koran tersebut cukup berbobot, selalu update dan aktual, tentu memiliki value yang cukup tinggi di tengah masyarakat. 

Meski konten yang disajikan sangat beragam, namun saya pribadi gemar membaca berita tentang teknologi, kriminal dan juga hukum. Ketiganya menjadi kategori favorit pilihan saya, karena memang di balik informasi yang disajikan, selalu saja ada wawasan baru seluruh dunia dan pelajaran penting yang bisa saya ambil. Di mana pelajaran penting tersebut mungkin saja bisa saya terapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

6 Tips Memilih Berita Hukum Terpercaya

6 Tips Dalam Memilih Berita Tentang Hukum yang Terpercaya

Masifnya informasi yang beredar di internet, membuat masyarakat dituntut untuk lebih waspada dan selektif lagi ketika mencari dan menyebarkan sebuah informasi. Tujuannya tidak lain adalah agar tidak terjebak dengan berita hoax (palsu) yang justru bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Apalagi jika berita tersebut memuat informasi persoalan hukum.

Nah agar tidak termakan dengan berita hukum yang belum jelas kebenarannya, berikut ini adalah 6 tips dalam memlih berita hukum terpercaya yang bisa diterapkan :

1. Budayakan Membaca Berita Sampai Habis, Jangan Hanya Membaca Headline Saja

Seringkali Anda hanya tertarik membaca judulnya saja, tanpa membaca isi beritanya hingga selesai. Padahal, terkadang isi berita bisa saja berbeda dengan headline yang dituliskan (clickbait)

Lebih parahnya lagi, tanpa pikir panjang, Anda langsung membagikan berita tersebut dengan menambahkan caption yang Anda anggap menarik, sehingga caption tersebut mungkin saja menjadi tidak relevan dengan isi berita yang Anda bagikan.

Jika ini yang terjadi, maka Anda adalah termasuk orang yang malas membaca. Jadi sebaiknya biasakan budaya membaca berita sampai habis. Bagaimana bisa Anda membagikan berita yang Anda sendiri belum membacanya sampai habis?

2. Lakukan Double Check Sumber Isi Berita

Tidak jarang dalam sebuah artikel, penulis mencantumkan sumber dari isi berita yang ditulis tersebut. Untuk memastikan apakah informasi yang disampaikan benar-benar akurat, jangan ragu untuk mengeceknya langsung ke sumbernya. 

Biasanya berita-berita atau informasi yang tidak jelas sumbernya banyak beredar melalui pesan WhatsApp. Yang sebaiknya Anda lakukan adalah jangan menelan mentah-mentah berita yang Anda terima, namun lakukan double check terlebih dulu kebenaran sumber berita tersebut.

3. Cek Kapan Berita Tersebut Terbit

Untuk memastikan kebenaran sebuah berita hukum yang Anda baca, biasakan untuk selalu mengecek kapan berita tersebut dipublikasikan. Karena bisa saja, ada berita lama yang sudah tidak relevan, namun masih di angkat ke publik untuk tujuan tertentu.

4. Bersikap Netral

Pilih media yang memuat konten atau tulisan yang tidak memihak kepada siapapun, alias netral. Artinya media tersebut tidak mendukung dan juga tidak menjatuhkan seseorang. Hal ini sangat penting dilakukan agar Anda tidak terjebak dengan opini atau tulisan yang akan menggiring Anda untuk membenci orang, kelompok maupun organisasi tertentu.

5. Isi Berita Tidak Provokatif

Tips memilih berita hukum selanjutnya adalah pastikan isi berita yang disajikan oleh sebuah media tidak mengandung unsur provokatif untuk menjatuhkan dan membenci seseorang, kelompok maupun organisasi tertentu. 

Tulisan yang dianggap provokatif justru akan menambah polemik yang sedang terjadi. Media profesional biasanya kerap mengedepankan bahasa yang santun, tidak menyinggung dan tidak merugikan siapapun.

6. Cek Kredibilitas Sumber Berita

Berdasarkan informasi dari website Kominfo, Dewan Pers mencatat ada sekitar 43.000 website yang mengklaim sebagai portal berita. Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 200 website saja yang benar-benar terverifikasi sebagai website berita resmi.

RRI, Portal Berita Online Terpercaya

Website RRI, Portal Berita Online Terpercaya

Untuk hal ini, maka sangat penting bagi Anda dalam memilih portal berita yang kredibel, terpercaya dan profesional, terutama berita-berita yang terkait dengan masalah hukum. 

Sebagai rekomendasi dari Blogmashendra.com, Anda bisa mengunjungi website rri.co.id sebagai portal berita yang memenuhi semua kriteria tersebut, sehingga Anda akan mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.

RRI merupakan satu-satunya radio yang menyandang nama negara yang siarannya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara. RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang independen, netral dan tidak komersial yang berfungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, pengendali sosial, serta menjaga citra positif bangsa di dunia internasional.

Besarnya tugas dan fungsi RRI yang diberikan oleh negara melalui UU no. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, PP 11 tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik, serta PP 12 tahun 2005, RRI dikukuhkan sebagai satu-satunya lembaga penyiaran yang dapat berjaringan secara nasional dan dapat bekerja sama dalam siaran dengan lembaga penyiaran asing.

Dengan kekuatan 62 stasiun penyiaran termasuk Siaran Luar Negeri dan 5 (lima) satuan kerja (satker) lainnya, yaitu Pusat Pemberitaan, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbangdiklat) Satuan Pengawasan Intern, serta diperkuat 16 studio produksi serta 11 perwakilan RRI di luar negeri, RRI memiliki 61 programa 1, 61 programa 2, 61 programa 3, 14 programa 4 dan 7 studio produksi, maka RRI setara dengan 205 stasiun radion.

Aspek Penting yang Perlu Diperhatikan Sebuah Media

3 Aspek Utama yang Sebaiknya Dimiliki oleh Sebuah Media

Sebagai orang yang gemar membaca berita, tentu saja saya mengharapkan informasi yang disajikan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, sehingga berita yang disampaikan memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Agar tidak ada lagi informasi yang simpang siur yang beredar di tengah masyarakat.

Terlepas dari itu semua, setidaknya ada tiga aspek utama yang menurut saya harus diperhatikan dari sebuah media, baik media cetak maupun media online dalam menyajikan informasi kepada masyarakat. Simak ulasannya berikut ini :

1. Aktual

Informasi yang disampaikan sebuah media harus bersifat aktual dan benar-benar ada atau pernah terjadi sebelumnya. Artinya media tidak mengada-ngada, sehingga memberikan informasi yang real kepada masyarakat.

2. Narasumber

Media harus menyajikan informasi yang berasal dari sumber yang jelas, terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian tidak terjadi keraguan di tengah masyarakat atas informasi yang disampaikan. Masyarakat juga tidak termakan dengan informasi hoax yang belakangan ini sangat marak terjadi.

3. Update

Sebagian besar pembaca tentu sangat tertarik untuk membaca berita paling update. Terutama jika berita tentang kasus hukum tersebut dianggap heboh di tengah masyarakat, tentu saja pembaca tidak sabar untuk segera mengetahui kelanjutan berita tersebut. Maka dari itu sebuah media perlu melakukan update secara rutin untuk menjawab rasa penasaran pembaca.

Konklusi

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara memilih berita hukum yang terpercaya di dunia maya, maka setelah membaca ulasan di atas, diharapkan Anda mampu menerapkan tips dan bersikap bijak dalam memilih, mencari, membaca maupun menyebarkan informasi yang Anda dapatkan melalui internet.

Jangan sampai Anda menyebarkan berita hoax yang Anda dapatkan dari media atau portal berita yang memiliki sumber konten tidak jelas. Ingat, jarimu adalah harimaumu!

Semoga bermanfaat.

36 comments for "6 Tips Memilih Berita Hukum Terpercaya"

  1. Kadang suka gemes baca berita yang isinya berupa provokasi. Niatnya mau cari info malah dapat hal-hal yang gak penting. Itulah perlunya kita melakukan double cross cek ya kang supaya mendapatkan berita yang benar-benar akurat dan bisa dipercaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kang, penting banget untuk selalu cross check, atau pilih portal berita yang profesional, kayak RRI ini

      Delete
  2. Hallo mas Hendra melalui tulisan ini saya semakin yakin bahwa literasi sangat penting bagi siapapun. Baca pahami, konfirmasi kebenaran suatu informasi baru shere..

    Jangan langsung shere. Nasehat penting tentang literasi digital di era yang baru. Terima kasih mas Hendra, sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Literasi merupakan edukasi yang sebaiknya diketahui oleh masyarakat, jadi setidaknya punya rambu dan tidak sembarangan dalam membagikan berita

      Delete
  3. Setujuu...
    Zaman sekarang harus pintar pilah-pilih sumber berita, masalahnya yg mainstream saja sekarang ikut-ikutan heboh dalam meberikan judul. Apalagi ini topiknya hukum, salah-salah ambil sumber bisa salah kaprah seterusnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tetap teliti ketika membaca berita, apalagi yang membahas masalah hukum

      Delete
  4. Setuju sama semua langkah yang Kang hendra sebutkan, terutama judul yang clickbait. Sekarang sering juga muncul di Google Now, judulnya provokatif. Jadi aku biasakan baca tuntas sambil cari berita pembanding. Beneran, Kang, sumber pemberitaan dan waktu itu krusial banget. Pernah ada berita kanibalisme di Korea Utara akibat paceklik, kirain pas pandemi covid19 eh ternyata udah berita beberapa tahun. Nah itu kan merugikan banget. Kayak RRI ini siarannya adem dan tepercaya sejak dulu. Paling ingat pas kuliah dengerin Pro 2 buat ikut belajar bahasa Inggris. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itulah pentingnya literasi masalah berita ini Mas Rudi.

      Delete
  5. Judul yang clickbait memang menggoda untuk segera disebarluaskan. Tapi saya selalu baca tuntas juga isinya supaya enggak ketipu. Btw keren, ternyata RRI sudah punya portal berita online juga. Good!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak juga media besar yang kadang judul beritanya clickbait. Iya dong RRI

      Delete
  6. Iya bener banget mas, kadang judul beritanya apa isinya apa. Nggak nyambung blas dan bikin para pembaca kecewa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sering banget dapat berita begituan, judulnya heboh, eh isi beritanya cuma gitu doang.

      Delete
  7. Jadi inget dulu juga suka baca koran untuk mengetahui berita terbaru, tapi semenjak internet mewabah jadi jarang baca koran karena beralih ke digital

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semenjak internet booming, saya juga berhenti langganan koran, beralih ke internet

      Delete
  8. benar ya mas, pilih berita harus hati-hati, krn sekarang banyak banget berita hoax
    terima kasih tipsnya

    ReplyDelete
  9. Kredibilitas dari portal website tersebut memang perlu banget dilihat lebih dulu, sebelum mengiyakan isi beritanya. Apalagi kalau domainnya ternyata pakai yang gratisan, deuh aneh deh pastinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya ini penting juga liat portal berita dari domainnya juga. Apakah pake yang gratisan atau bukan. Karena masih banyak juga masyarakat yang tertipu berita hoax dengan portal berita yang pakai domain gratisan.

      Delete
  10. Perlu banget untuk mencari sumber terpercaya supaya ngga terjebak dalam HOAX. Perlu cek dan ricek berulang dan penting banget buat cross cek apalagi sebar sembarangan. Bahaya dengan hukum

    ReplyDelete
  11. Emang jaman sekarang yang harus dikembangkan itu nggak hanya teknologiinformasi, tapi juga kemampuan seseorang membaca dan menganalisa berita/info.

    ReplyDelete
  12. Ini yang kadang suka ngeselin. Judulnya dipasang clickbait banget, eh pas dibaca isinya bisa jadi berlawanan. emang penting banget membaca secara keseluruhan ya mas. jangan hanya heading doank.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, selain itu juga biar gak sepotong-sepotong dapat informasinya...

      Delete
  13. Kadang kalau butuh satu informasi nunggu koran, eh di situ belum tentu ada yang kita butuhkan ya. Zaman aku masih SMA sampai kuliah akhir tahun 99 mungkin terakhir langganan koran bapakku.
    Sekarang banyak informasi did apatkan di internet tapi kadang gak sesuai dengan judul, makanya bener banget harus dibaca sampai habis ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, jika kita menerapkan ke-6 tips di atas, Insha Allah akan membantu kita meminimalisir risiko menyebar berita hoax. Apalagi sekarang banyak website abal-abal yang nyebarin hoax.

      Delete
  14. Ini nih yang paling penting, apalagi sudah masuk media digital musti hati-hati, bukan hanya sebagai penulis tapi juga pembaca yaa, setidaknya berita yang dibagikan itu terpercaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maka dari itu, penting banget bagi pembaca untuk memilih berita hukum yang terpercaya, bisa dengan menerapkan ke-6 tips di atas

      Delete
  15. Buat kita yang melek literasi, hal ini masih sulit dilakukan loh :) tak mudah untuk selalu kroscek berita yang beredar di semua portal media. Apalagi kalau di rumah ada orang tua yang lebih percaya berita dari "kata orang"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang jelas semua butuh proses untuk bisa meyakinkan orang lain. Memang diperlukan usaha keras untuk bisa mewujudkannya

      Delete
  16. Sekarang sih, nggak semua saya baca. Beberapa media yang hobi bikin berita klikbait nggak saya baca. Saya sudah punya sumber berita yang akurat dan terpercaya sesuai kriteria yang mas hendra tulis. Satu diantaranya RRI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalo RRI udah terbukti neutral dan berbobot.

      Delete
  17. beberapa hari ini ga lagi baca berita dari sosial media, tapi dari koran cetak
    beda banget sensasi baca berita sosial media dengan media cetak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kerennya masih berlangganan koran. Meski sekarang agak jarang ditemuin lapak koran ya

      Delete
  18. Emang perlu banyakin baca dulu sebelum share, apalagi berita yg click bait itu yg judulnya apa, isinya apa. Bisa bisa cuma baca judul aja udah dapat mengubah persepsi orang. Itu belum dibaca. Ntr dibaca jadi Ooohhh gitu thooo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan baca berita buat paham isinya, bukan cuma baca judulnya doang. Setelah paham apa isi dari berita itu, kalau mau di-share, ya silahkan dibagikan kalau sekiranya perlu dibagikan dan bermanfaat buat orang lain.

      Delete

Berlangganan via Email