Cara Menggoreng Tahu Ala Penjual Tahu Bulat. Sehatkah Bagi Tubuh?

Mobil Tahu Bulat - Blog Mas Hendra

Semenjak munculnya jajanan tahu bulat ke permukaan bumi, tidak sedikit masyarakat yang menggemari jajanan yang satu ini, terutama anak-anak. Selain cara menggoreng tahu yang bisa dibilang out of the box, cara berjualannya pun cukup unik. Penjual tahu bulat berkeliling dengan mengendarai mobil bak, sambil memasang jingle khasnya “Tahu bulat, digoreng dadakan lima ratusan, anget-anget, gurih-gurih nyoooiii”.

Jajanan tahu bulat pun sudah memasuki wilayah tempat tinggal saya di Depok. Kesempatan ini tentu saja tidak saya sia-siakan begitu saja. Begitu penjualnya lewat, saya pun mencoba membelinya, dan ini merupakan kali pertama saya mencicipi jajanan tahu bulat tersebut.
Tahu Bulat Digoreng Dadakan Limaratusan - Blog Mas Hendra

Tahu bulat selalu dijual dalam keadaan masih hangat, sesuai dengan isi jinglenya. Alasannya, tentu saja agar rasanya semakin RENYAH dan KRISPI. Sang penjual pun dengan perlahan memasukkan satu per satu tahu bulat pilihan ke dalam kantung plastik. Untuk menambah rasa gurih yang khas, ada beberapa bumbu pilihan yang bisa dipilih untuk ditaburi pada tahu bulatnya. Sambil menyerahkan selembar uang Rp. 10.000, saya pun berlari kecil masuk ke dalam rumah mantan, dan langsung menuangnya ke dalam piring.

Sepiring Tahu Bulat - Blog Mas Hendra
 Kumpulan tahu bulat yang menggiurkan.

Saya penasaran dengan rasanya. Begitu pada gigitan pertama, hmmm.. maknyoooss, rasa gurihnya sangat terasa sekali di lidah, masuk ke dalam kerongkongan dan langsung memenuhi perut lapar saya. Tahunya masih terasa hangat dan renyah. Pantas saja jajanan ini sangat digemari oleh banyak orang, karena rasa bumbunya yang begitu terasa dan kerenyahan tahunya yang tiada tara.

Namun tahukah Anda, dibalik kerenyahan dan gurihnya tahu bulat ini, ternyata jajanan tahu bulat tidak dapat dikategorikan ke dalam makanan yang menyehatkan loh, walaupun rasanya sangat menggoda dan mampu menggoyang lidah.

Tahunya sih tidak berbahaya. Yang membuatnya berbahaya sebenarnya pada cara pengolahannya.
Agar terasa tetap garing dan renyah, tahu bulat digoreng dengan minyak panas dalam jumlah yang banyak. Minyak yang dipanaskan akan berubah menjadi lemak trans, yang menyebabkan komposisi kimia dalam minyak pun berubah. Hal inilah yang dapat memicu penumpukan lemak di dalam pembuluh darah sehingga dapat memicu kanker.
Lemak trans adalah jenis lemak berbahaya yang terkandung di dalam suatu jenis makanan tertentu. Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam darah dan dapat menurunkan jumlah kolesterol baik di dalam tubuh Anda. Sehingga lemak trans berpotensi tinggi dapat membahayakan jantung Anda.

Seperti dikutip dari kompasdotcom, menurut dokter spesialis gizi klinik FKUI, Dr. Dr. Fiastuti Witjaksono, Msc. MS. Sp. Gk mengatakan, “Minyak sayur yang dipanaskan dan dipakai berulang kali akan berubah dari minyak tidak jenuh ganda menjadi minyak trans. Dalam sehari, minyak trans ini hanya boleh dikonsumsi kurang dari 1% dari total kalori per hari. Jika lebih dari itu, bisa menjadi sumber penyakit nantinya”.

Lalu bagaimana cara mengolah tahu yang benar agar terhindar dari resiko penumpukan lemak di dalam pembuluh darah??.

“Tahu yang dimasak dengan cara ditumis dengan menggunakan minyak yang sedikit, tentu lebih sehat jika dibandingkan dengan tahu yang digoreng dengan minyak yang sudah berulang kali dipakai,” jelas dr. Fiastuti.

Seperti Anda ketahui, tahu merupakan salah satu makanan yang sehat, karena terbuat dari kacang kedelai yang merupakan sumber protein nabati yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh tubuh. Namun karena cara pengolahan yang salah, maka menyebabkan tahu tersebut termasuk ke dalam kategori makanan yang tidak sehat bagi tubuh. 

Bukan hanya tahu saja, jenis makanan apapun kalau digoreng dengan menggunakan minyak berkali-kali, akan berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Baca juga artikel menarik lainnya :
Jamur Tiram Krispi dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Hmmmm, saya jadi galau nih, padahal memang rasanya enak sekali yah. Tapi kalau memang sudah ada himbauan seperti itu, ya apa boleh buat, daripada terjadi penumpukan lemak, maka saya mengurangi konsumsi tahu bulat. Yang tadinya makan 8 biji, saya kurangi jadi cuma 7 biji.
Semoga bermanfaat.

You May Like This :


EmoticonEmoticon