Cara Membuat Akta Kelahiran di DKI Jakarta

Tampak Depan Halaman Kelurahan Petogogan - Blog Mas Hendra

Belum lama ini, saya mengurus akta kelahiran untuk anak kedua saya melalui bidan dengan tambahan biaya pembuatan akta di bidan sebesar Rp. 250.000. Tapi ada satu syarat yang mengharuskan saya untuk pergi ke kantor Kelurahan, yakni surat pengantar dari Kelurahan (sesuai KTP) untuk pembuatan akta kelahiran.


Alhasil, saya pun mengurus sendiri tanpa dibarengi Raisa apalagi diiringi anjing pelacak. Pertama, saya harus meminta surat pengantar dari RT dan RW terlebih dulu. Nggak lupa saya selipin secuil uang ala kadarnya untuk membeli gadget baru, yah minimal iPhone 7 lah. Nggak ding, paling juga saya ngasih uang untuk membeli rokok atau pulsa.

Setelah surat pengantar  RT/RW berada di dalam genggaman, saya bulatkan tekad menuju kantor Kelurahan. Setelah surat pengantar tersebut saya kasih ke petugas kelurahan, saya sekalian disarankan untuk pulang merubah data pada KK (Kartu Keluarga) lama saya terlebih dahulu. Karena kalo mau membuat akta kelahiran, harus ada KK dulu, atau KK yang sudah ada, dirubah lagi datanya untuk ditambahkan anggota keluarga baru.

Selain itu, syarat lainnya untuk mengajukan surat pengantar pembuatan akta kelahiran, harus ada dua saksi yang ber-KTP DKI yang bertanda tangan pada form yang sudah disediakan dari Kelurahan. Dan juga foto copy KTP kedua saksi tersebut. Saksinya bisa siapa saja kok, bisa tetangga, orang tua, teman bahkan mantan. Yang penting KTP-nya DKI.


Ruang Publik Kantor Kelurahan Petogogan - Blog Mas Hendra

Proses pengajuan surat pengantar dari Kelurahan langsung jadi saat hari itu juga. Begitu juga proses pembuatan KK sehari langsung jadi, yang penting pak RT, pak RW dan pak Lurah selalu standby di tempat. Karena kita butuh tanda tangan dan cap stempelnya. Oh iya, pengajuan surat pengantar dan pembuatan KK di Kelurahan nggak perlu bayar loh, alias gratis tis tis.

Setelah proses pembuatan KK baru dan pengajuan surat pengantar dari Kelurahan beres, saya kasih berkas-berkasnya ke bidan untuk diurus lebih lanjut.

Kalo sampeyan mau mengurus sendiri akta kelahiran, maka setelah dari Kelurahan, selanjutnya harus ke kantor Catatan Sipil. Makanya saya nggak mau ribet, saya serahkan sajalah sama bidan.

Berikut adalah syarat-syarat yang diperlukan untuk mengajukan surat pengantar pembuatan akta kelahiran dari Kelurahan :

1. Surat pengantar dari RT dan RW.
2. Surat keterangan lahir dari bidan/rumah sakit/dokter kandungan.
3. Saksi dua orang yang memiliki KTP DKI dan foto copy KTP-nya juga.

Berikut adalah syarat-syarat yang diperlukan untuk membuat akta kelahiran di wilayah DKI Jakarta :

1. Foto copy surat keterangan lahir dari bidan/rumah sakit/dokter kandungan.
2. Foto copy KTP suami dan istri.
3. Foto copy buku nikah semua halaman komplit.
4. Foto copy Kartu Keluarga.
5. Surat pengantar dari Kelurahan (aseli).

Demikian cara membuat akta kelahiran di wilayah DKI Jakarta. Semoga bermanfaat ya...

Baca juga artikel lainnya :

6 comments

Biasanya proses pembuatan akta kelahiran suka lama yah mas, anak udah hampir 2 tahun suka belum beres juga akta'a

Reply

Iya beneran, tetangga juga gitu, anak udah setahun, aktanya baru jadi. Nggak tau kenapa? Mungkin Pak Sekai bisa membantu

Reply

Saya bikin lewat bidan bisa sampai setahun mas padahal kalau langsung ke kantor catatan sipil nggak selama itu tapi kadang kitanya nggak mau repot jadi lebih memilih lewat bidan.Syarat bikin akte sekarang lebih ketat pakai legalisir surat nikah jadi kalau nikahnya dikampung harus pulang kampung dulu

Reply

Iya emang Katanya jadinya lama, nggak tau kenapa bisa gitu tuh. Kalo saya nggak pake legalisir surat nikah mas, kalo pake legalisir, wah harus mudik dulu dong. Ribet beut...

Reply

2011 lalu pertama kalinya buat akte kelahiran anak skalian buat KK... ga ribet urusnya krn sama bokap sendiri (si Pak RT) yg urus langsung ke kelurahan..hehehe, selesai urus di kelurahan baru deh datang ke tempat bersalinnya EL untuk dibantu urus pembuatan aktenya.., nunggu kurang lebih 3 bulan baru aktenya jadi...

Reply

Wah enak tuh kalo bokap jadi RT, mau ngapa-ngapain jadi gampang. Cepet juga ya kelarnya...

Reply

Post a Comment