4 Efek Positif Guru Killer

SMKN 47 Jakarta - Blog Mas Hendra
Tempat saya sekolah dulu (1997-2000)

Sampeyan tentu mengenal yang namanya dunia pendidikan. Sebaiknya dalam dunia pendidikan diterapkan sistem belajar mengajar yang baik dan sistematis, agar mudah dicerna oleh anak didiknya, sehingga ilmu pelajaran yang didapat pun, akan lebih maksimal.


Namun pada praktiknya, dunia pendidikan terkadang selalu saja dihiasi dengan sistem belajar mengajar yang bervariasi. Katakan saja seperti itu.

Sewaktu sampeyan mengenyam pendidikan formal, baik itu di sekolah maupun di kampus, seringkali menemukan pengajar (baca : guru/dosen) dengan sistem mengajar yang sangat tegas dan disiplin, bahkan bisa dibilang galak, sangar atau bahasa kerennya killer. Pasti pernah dong?!.

Guru killer ini merupakan satu-satunya guru yang paling kita ingat, karena kharismanya yang sangat kuat dan juga bisa membuat bulu kuduk sampeyan berdiri. Eh.... ini guru atau Sadako???

Sebenarnya sih tidak ada yang salah dengan gurunya maupun sistem mengajarnya tadi, hanya saja setiap guru pastinya memiliki masing-masing karakter serta sistem mengajar yang berbeda. Ada guru pria yang berwajah sangar, tapi berjiwa hello kitty atau ada juga guru pria yang ganteng, tapi ternyata serigala. Entahlah...

Baca juga artikel : Inspirasi Diadakannya Pesta Bikini Pelajar

Terlepas dari itu semua, melalui guru killer ini, ternyata kita memiliki manfaat positif yang tidak kita duga sebelumnya. Inilah 4 efek positif dari guru killer :

1. Lebih disiplin

Kita mampu menjadi seorang yang disiplin, baik itu dengan waktu maupun disiplin dengan tugas yang diberikan. Gara-gara guru killer ini, perubahan menjadi seorang yang disiplin meningkat drastis. Dan hal ini sangat bermanfaat dalam dunia kerja nanti.

2. Lebih kuat dan tahan banting

Guru killer memiliki sistem mengajar yang tegas dan disiplin tinggi, tujuannya tidak lain adalah untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih kuat dan tahan banting. Karena sejatinya, selepas dari dunia pendidikan, kita akan dihadapkan dengan dunia nyata yang sebenarnya, yang sangat keras, bahkan terkadang kita tidak tahu mana kawan mana lawan.

3. Mampu menghargai orang lain

Sisi positif yang satu ini lebih kepada menghargai hasil usaha yang orang lain telah lakukan kepada kita. Contohnya ya guru killer itu tadi, dengan bersusah payah mengajari muridnya agar menjadi pribadi yang lebih baik dan disiplin, tentunya kita pun menghargai hasil usaha sang guru.

4. Tidak menjadi orang yang munafik

Karena ketegasan yang telah kita miliki, maka kita pun lebih berani untuk mengatakan yang 'A' ya 'A'. Selain itu, kita pun mampu menjadi pribadi yang cenderung lebih terbuka satu sama lain.

Baca juga artikel : MLM Goes to Campus

Namun guru killer dulu dengan sekarang sangat berbeda. Kalau sekarang, tentu kita sering mendengar seorang guru yang tidak segan-segan melukai anak didiknya dengan dalih mengajarinya kedisplinan maupun memberinya sebuah hukuman. Alhasil malah sang guru harus berurusan dengan pihak yang berwajib diakibatkan perbuatannya yang disinyalir mengarah kepada tindakan kekerasan.

Terlepas dari itu semua, bagaimana pun juga, guru merupakan pahlawan tanda jasa bagi kita semua, tanpanya, tentu saja kita tidak mengenal arti penting dunia pendidikan....

15 comments

Emang ada positif dan begatifnya guru killer..tapi utk pendidikan saat ini ngga masuk.. Sedikit kejam... Pasti berhadapan dengan komnas anak.....

Reply

Iya sekarang lebih ketat aturan mengenai guru galak

Reply

Guru galak yg dalam arti disiplin biasanya akan membimbing dengan baik. Kadang saat memberi bimbingan tugas malahan lebih baik daripada guru yg biasa saja.

Sementara guru galak dalam arti sesungguhnya, guru tersebut cenderung tidak bisa menenpatkan emosi sbg seorg individu yg sdg bermasalah dgn emosi sbg seorang guru seperti yg njenengan sampaikan diatas timbul kekerasan fisik.

Semoga para guru semakin amanah mendidik murid2nya :)

Reply

Aamiin. Semoga saja para guru tetap amanah dan tetap pada kapasitasnya sebagai pendidik, bukan peng(h)ajar..

Reply

Saya lebih suka guru yang tegas dan sedikit galak sehingga siswa bisa sungguh sungguh dalam belajar tidak main-main

Reply

Betul mas Dwi, efeknya ya seperti yang saya jabarkan di atas...

Reply

Ada saatnya harus galak dan ada saatnya harus lembut, itu lebih baik menurut saya. Jika galak terus ya pastinya suasana belajar malah jadi seperti dikuburan. Tapi kadang anak yang bandel sering memanfaatkan 'kelemahan guru' supaya bisa gaduh dikelas dsb.

Reply

Iya dong galak itu juga diperlukan, tapi galak yang pada tempatnya, nggak cuma sembarang galak doang, iya kan...

Reply

segalak apa pun guru dia hanyalah guru....

Reply

Sekarang killer dikit dah dilaporin melanggar HAM ya mas.

Reply

Kalo sekarang, dikit-dikit ham, hamburger

Reply

Hmm kalau menurut saya sebaiknya guru tidak galak pada siswanya, akan jauh lebih baik mendekati siswanya secara halus dan mencari tahu permasalahan yang dihadapinya daripada marah marah nggak jelas gitu. Malah kalau marah-marah anggepan muridnya dia nggak ngungkapin cinta kasih sebagai seorang guru, malah menjadi sosok yang menakutkan bagi sebagian siswa dan menjadi sosok yang dicuekin bagi sebagian siswa lainnya.

Reply

Ya betul mas, yang namanya guru itu kan untuk ditiru segala perbuatannya, alangkah baiknya kalo para guru lebih mengedepankan ilmu ketimbang nafsunya, jadinya guru yang bermartabat deh...

Reply

Post a Comment