MLM Goes to Campus

 
kampus, terkenal
Gambar : aoc.mcgill.ca

Melalui artikel ini, saya hanya akan sharing mengenai kejadian mirip MLM di lingkungan kampus. Siapa yang tidak kenal dengan MLM (Multi Level Marketing). Biasanya sih yang dijual berupa produk seperti obat, pakaian, kosmetik dan lain sebagainya. Tapi yang ini lain daripada yang lain.



Yang saya temui adalah semacam bisnis persis seperti MLM, tapi untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Tidak ada yang salah dengan hal semacam ini, namanya juga mencari kandidat baru untuk mahasiswa, kalau seandainya sukses merekrut mahasiswa baru, Anda akan mendapatkan semacam uang (baca : komisi). Tapi cukup unik ditinjau dari segi MLM. Karena awalnya saya tidak mengetahui kalau hal itu ternyata adalah sebuah program yang mereka gagas untuk "merebut" hati calon mahasiswa baru dengan embel - embel berupa "beasiswa". 


Ceritanya seperti ini ; adik saya baru saja sedang dalam proses kelulusan dari sebuah SMK swasta di Jakarta. Belum juga kelulusan diumumkan, namun sebuah amplop (dari salah satu kampus ternama) sudah diterima adik saya. Setiap kelas mendapatkan 10 surat beasiswa. Dan diberikan hanya untuk siswa yang masuk dalam sepuluh besar di setiap kelasnya. Sewaktu dibuka, ternyata tulisan intinya kurang lebih tertulis seperti ini : "Selamat Anda Mendapatkan Beasiswa Sebesar sembilan juta rupiah!". Wow... Angka yang lumayan besar untuk mengurangi biaya kuliah. Kemudian kami sekeluarga berunding dan mempelajari isi "surat sakti" tersebut. 

Akhirnya saya dan adik saya mendatangi kampus yang mengeluarkan surat beasiswa tersebut. Untuk menanyakan info lebih lanjut perihal beasiswa yang didapatkan adik saya. Setelah di jelaskan panjang lebar mengenai program perkuliahan dan lain sebagainya, sampailah pada pokok pangkal dari semua permasalahan, yaitu : BIAYA!! 

Masalah biaya tetap menjadi prioritas utama bagi kami, meskipun telah dipotong oleh beasiswa yang sembilan juta rupiah. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami terpaksa membatalkan untuk kuliah di kampus tersebut. Kami pun sudah mengabaikan angka sembilan juta rupiah itu. Saya pikir, kalau memang beasiswa, kenapa saya harus bayar!? Bukankah beasiswa itu gratis hanya khusus diberikan bagi siswa berprestasi. Atau ada lagi beasiswa lainnya dengan nominal tertentu?.

Suatu hari, saya mencoba untuk menghubungi no handphone yang didapat pada saat saya datang ke kampus tersebut. Sampai pada pembicaraan, kalau seandainya adik saya akan mendapatkan potongan biaya kuliah sebesar lima ratus ribu rupiah dengan satu syarat : adik saya harus mencari calon mahasiswa baru untuk kuliah di kampus tersebut. Jadi intinya cari calon mahasiswa yang benar-benar mendaftar dan kuliah di kampus tersebut, baru kemudian dapat uang atau komisi Rp. 500.000 per orang.

Baca artikel lainnya : Ini Isi SMS Penipuan yang Mengatasnamakan Bank BRI

Saya dapat mengambil kesimpulan sendiri sambil menghubung-hubungkan dengan isi surat beasiswa tersebut. Jadi si penyebar beasiswa yang datang ke sekolahan adik saya, mengikuti program itu (baca : MLM). Usut punya usut, ternyata si penyebar beasiswa itu adalah salah satu alumni SMK adik saya. Dia sekarang sudah kuliah di kampus tersebut sambil magang juga di kampus yang sama. Kalau tidak salah bagian Marketing. Oalahh.. Pantas saja beliau mempunyai niat yang kuat menyarankan adik saya untuk kuliah di tempat yang sama.

Ide yang sangat brilliant menurut saya. Dengan modal surat beasiswa dari kampus yang diberikan hanya khusus untuk siswa yang masuk sepuluh besar di kelasnya, seolah-olah adik saya termasuk siswa-siswa terpilih kampus tersebut. 

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, cara ini cukup cerdik dan memiliki daya tarik tersendiri. Mengingat persaingan kampus-kampus (khususnya swasta) semakin ketat. Pada awalnya saya sangat antusias menyarankan adik saya untuk menempa pendidikan di kampus. Tapi dia sudah bertekad untuk mencari pekerjaan, karena lebih menjajikan. Sampai pada akhirnya adik saya lebih memilih dunia kerja. Mungkin sudah jenuh belajar kali yaa.. 

Baca juga artikel lainnya : 11 Teori 'Goblok' Bob Sadino yang Mendunia.

Ini cerita saya. Mana cerita Anda?

2 comments

Saya juga jenuh waktu itu mas.. setelah lulus SMK langsung cabut cari kerja. Dicariin deh.. sama sekolah. Jadi tinggal ngikut aja. Sekarang saya jenuh bekerja dan ingin kuliah.. tapi nanti saya menduga, kalau sudah kuliah pasti deh jenuh.. pengen kerja. ^^ yah begitulah manusia..

Reply

Ya begitulah manusia ketika sudah mencapai titik jenuh. Maka diciptakanlah kata-kata 'Refreshing' atau penyegaran, biar gak pada jenuh. BTW, enak juga dicariin kerja dari sekolahan...

Reply

Post a Comment