Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orang Tua Perlu Kenalkan 5 Bahasa Cinta untuk Memotivasi si Kecil

Mengenal 5 Bahasa Cinta

Entah kenapa bulan Februari itu identik dengan bulan penuh kasih sayang. Mungkin bisa jadi karena di tanggal 14 Februari bertepatan dengan Hari Valentine atau hari kasih sayang. Konon katanya Hari Valentine dianggap momen yang tepat untuk saling mengungkapkan cinta dan kasih sayang. Padahal sebenarnya menyatakan kasih sayang bisa diungkapkan setiap hari, tidak harus menunggu Hari Valentine saja.

Oke terlepas dari itu semua, melalui artikel ini, saya ingin berbagi materi yang menurut saya sangat bagus sekali dan sekaligus bisa memotivasi Ayah dan Bunda dalam menerapkan nilai-nilai kasih sayang kepada sang buah hati tercinta.

Satu hari sebelum artikel ini tayang, saya mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Sinotif melalui platform Zoom. Materi yang disampaikan seputar pengenalan bahasa cinta yang tepat untuk memberikan motivasi kepada si kecil.

Bahasa Cinta yang Tepat untuk Memotivasi Anak

Adapun narasumber disampaikan oleh seorang Psikolog Anak, Remaja & Keluarga, yakni Kak Jovita Ferliana, M.PSI (IG @jovita_ferliana). 

Sebagai orang tua yang ilmu parenting-nya masih cetek, saya tertarik untuk mengikuti webinar tersebut. Apalagi materi ini sangat relevan dengan saya yang saat ini telah memiliki dua orang anak usia SD dan SMP. Dengan berbekal materi ini, tentunya jadi lebih mudah bagi saya untuk mengenalkan bahasa cinta kepada si kecil.

Lantas, bagaimana cara mengenalkan atau mengajarkan bahasa cinta kepada sang buah hati tercinta? Maka dari itu, yuk baca terus artikelnya hingga selesai ya. 

Mengenal Apa Itu Bahasa Cinta 

Apa itu bahasa Cinta?

Bahasa cinta adalah cara bagi seseorang untuk mengekspresikan rasa cintanya kepada orang lain. Bahasa cinta yang dimaksud tidak hanya terbatas kepada pasangannya saja, akan tetapi juga bisa disampaikan kepada buah hati tercinta.

Konsep Bahasa Cinta Kepada Anak-anak

Sangat penting bagi Anda untuk memahami terlebih dulu bahasa cinta kepada diri sendiri. Jika sudah mengenal dengan baik, selanjutnya mulai mengenalkan kepada orang lain. Tentunya agar terjalin hubungan yang baik, awet dan pastinya harmonis.

Konsep bahasa cinta atau love language ini dikenalkan oleh Dr. Gary Chapman, seorang penulis buku "Five Love Language" yang berasal dari Amerika Serikat. Ia mengenalkan bahasa cinta yang bisa diaplikasi ke berbagai jenis hubungan positif, mulai dari hubungan romantis kepada pasangan suami atau istri, buah hati tercinta hingga hubungan pertemanan.

Kenalkan 5 Bahasa Cinta untuk Memotivasi si Kecil

Dengan mengenalkan bahasa cinta kepada si kecil, maka anak akan merasa dicintai oleh orang tuanya. Bahasa cinta perlu diterapkan dengan tepat, agar anak menjadi pribadi yang penuh kasih dan peduli.

Mengenal 5 Bahasa Cinta

Kenalan yuk dengan 5 bahasa cinta berikut ini :

1. Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Bahasa Cinta yang pertama adalah sentuhan fisik, yang merupakan bahasa cinta paling mudah diterapkan oleh Ayah dan Bunda. Sentuhan fisik ini akan dirasakan secara langsung oleh anak. Misalnya saja memberikan pelukan hangat, ciuman, usapan, belaian rambut dan punggung, tepukan ringan di punggung atau lengan hingga bergandengan tangan.

2. Word of Affirmation (Kata-kata Cinta)

Ayah dan Bunda bisa mengenalkan kata-kata cinta berupa kata-kata positif dan dipenuhi kasih sayang kepada anak. Kata-kata yang positif bisa memberikan motivasi kepada si kecil. Sampaikan kata-kata cinta dengan nada dan suara yang lembut kepada anak. 

Beberapa contoh word of affirmation yang bisa diajarkan kepada anak :

  • Kata-kata penuh kasih : "Bunda sayang kamu", "Ayah peduli padamu"
  • Kata-kata yang memotivasi anak : "Ayah dan Bunda bangga padamu", "Ayah yakin kamu pasti bisa"
  • Kata-kata pujian : "Wah kamu pintar dan berbakat"

3. Quality Time (Waktu Berkualitas)

Sesibuk apapun Ayah dan Bunda, sebaiknya menyisihkan waktu untuk bercengkrama dengan anak. Luangkan waktu untuk memberikan waktu berkualitas bersama anak, agar anak merasa bahwa orang tua ada untuk mereka. Contoh quality time bersama si kecil, makan bersama anak, belajar bersama anak, bermain bersama, berbincang-bincang dan bercerita bersama anak.

4. Gift (Hadiah)

Ayah dan Bunda bisa mengenalkan bahasa cinta dengan memberikan hadiah sebagai ungkapan kasih sayang kepada anak. Berikut di antaranya beberapa tips yang bisa Ayah dan Bunda lakukan :

  • Memberikan barang yang memang dibutuhkan oleh anak
  • Memberikan barang hasil karya sendiri, misalnya membuatkan mainan untuk anak
  • Bagian paling penting bukanlah seberapa mahal hadiah yang diberikan, akan tetapi seberapa tulus pemberian hadiah tersebut

5. Act of Service (Tindakan Membantu atau Melayani)

Act of service merupakan bentuk bahasa cinta, di mana Ayah dan Bunda menunjukkan sikap melayani anak dengan penuh kasih sayang, secara sukarela bukan karena terpaksa. Melalui hal ini, secara tidak langsung, anak juga akan belajar bagaimana melayani dan membantu orang lain.

Dengan membantu anak mengerjakan sesuatu, mereka akan semakin percaya kepada Ayah dan Bunda, sehingga akan terjalin hubungan yang semakin erat antara Ayah dan Bunda dengan si kecil. Ayah dan Bunda membantu si kecil dalam melakukan hal yang Meman mereka belum bisa melakukannya, misalnya saja membuat sarapan atau camilan favorit untuk si kecil, membantu anak mengerjakan tugas yang sulit dan lain sebagainya.

Mengenal Lebih Dekat Lembaga Bimbel Sinotif

Seperti sudah saya singgung di atas, bahwa webinar ini diselenggarakan oleh Sinotif. Sinotif sendiri merupakan bimbel virtual live interaktif yang menawarkan layanan pembelajaran khusus eksakta, yakni pelajaran matematika, fisika dan kimia.

Keunggulan Bimbingan Belajar Sinotif

Bimbel virtual yang didirikan oleh Hindra Gunawan dan Anthonyus Kuswanto pada tahun 2000 ini menawarkan layanan bimbingan belajar tatap muka maupun pembelajaran online live interactive, video tutorial dan juga aplikasi tanya jawab soal melalui ponsel. Ini artinya Sinotif telah berpengalaman lebih dari 20 tahun.

Sinotif terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan belajar para siswa, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU). Tidak hanya itu saja, Sinotif juga melayani kelompok belajar yang saat ini sedang menyiapkan semester awal pada tingkat universitas.

Nilai lebih yang dimiliki Bimbel virtual Sinotif, mampu menawarkan pembelajaran yang berkualitas untuk para siswa. Berikut adalah poin-poin penting yang diterapkan Sinotif untuk memberikan bimbingan bagi para siswanya :

  • Siswa akan dibimbing secara personal, sesuai dengan kebutuhan dan karakternya
  • Para siswa dibimbing langsung oleh tenaga pengajar spesialis matematika, fisika dan kimia
  • Siswa akan mendapatkan modul lengkap sesuai kebuuhan siswa di sekolah
  • Proses belajar disusun untuk mencapai target belajar dan nilai yang diinginkan oleh siswa
  • Team dari Sinotif akan melakukan monitoring dan melaporkan perkembangan belajar siswa secara intens setiap kali siswa belajar
  • Setiap siswa memiliki kesempatan untuk bertanya mengenai soal atau PR, serta memperdalam materi dan latihan soal selama 24 jam
  • Siswa belajar secara online, live dan interaktif

Konklusi

Nah demikian artikel yang bisa saya bagikan mengenai 5 bahasa cinta yang perlu Ayah Bunda ajarkan kepada si kecil. Selain sebagai Bimbel Virtual Live Interaktif, Sinotif selalu menyajikan konten-konten sarat edukasi yang sangat relate dengan kondisi terkini, mulai dari webinar, info-info seputar parenting dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat.

31 komentar untuk "Orang Tua Perlu Kenalkan 5 Bahasa Cinta untuk Memotivasi si Kecil"

  1. Saya juga mengikuti webinar Bahasa Cinta ini. Jadi perlu sekali diterapkan ya, Mas, karena kan jadi memotivasi anak untuk berprstasi juga. terus bahasa cinta yang diberikan kepada setiap anak, memang berbeda. Jadi orang tua juga harus mengenal karakter anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah pentingnya memahami terlebih dulu apa itu bahasa cinta, sehingga bisa menerapkannya secara tepat kepada si kecil. Wah Mas Bams juga ternyata ikutan webinarnya ya. Kerens sih, cocok nih Mas Bams bisa langsung praktikkan yaaa

      Hapus
  2. Hooh.. Mending mengenal semua bahasa cinta dari orang tua. Kita akan dikenalkan dengan bahasa cinta yang benar. Nggak asal-asalan. Jadi, kita juga memahami gimana cara mengungkapkannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya dong, bahasa cinta itu kan memang seharusnya dari ayah bunda langsung ya. Tanpa perantara oleh siapapun.

      Hapus
  3. Sepakat sekali dengan perlunya anak-anak dengan semua poin-poin bahasa cinta yang dibahas Mas Mas Hendra. Anak-anak yang dibesarkan dengan bahasa cinta orang tuanya akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Anak akan tumbuh secara positif dan dewasa, sehingga bisa lebih menghargai dirinya sendiri dan juga orang-orang di sekitarnya.

      Hapus
  4. Bersyukur saya mendapatkan semua bahasa cinta itu dari keluarga, pastinya kehangatan itu membuat salah satu proses belajar kita menjadi lebih mudah dan memberikan semangat, termasuk saat belajar Matematika atau Fisika yang buat sebagian orang memang penuh tantangan terutama bagi orang yang tidak terlalu ska berpikir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, penerapan bahasa cinta yang tepat, pasti akan memberikan impact positif secara jangka panjang. Dan ini sangat bagus untuk si kecil ke depannya nanti. Salah satunya Kak Sabrina nih yang beruntung mendapatkan bahasa cinta dari keluarga

      Hapus
  5. 5 bahasa cinta itu sebenarnya mudah ya, tetapi terkadang orang tua lalai, padahal jika anak itu dapat full kasih sayang dari orang tua, merasa dicintai orang tua, maka dia nggak akan cari perhatian dari luar sana yang terkadang menjadi salah pergaulan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk diterapkan, kecuali bagi ayah bunda yang memahami betul-betul makna dari 5 bahasa cinta tersebut. Yaaah intinya sih susah-susah gampang untuk diterapkan ya, butuh rsa cinta dan kasih dari dalam kalbu dulu, baru bisa diterapkan

      Hapus
  6. Quality time yang perlu menjadi perhatian banget nih dalam keluarga, apalagi di zaman yang semua orang tua berkarier. Quality time dengan anak harus diprioritaskan, terlebih dengan keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya nih, apalagi sekarang hampir sebagian besar orang tua terlalu sibuk bekerja atau sibuk dengan gawainya, hingga mengabaikan hak-hak anak. Quality time bersama anak dan istri perlu banget lah

      Hapus
  7. Karena belum merrid, daku praktekin bahasa cinta ke keponakan, memang ngefeknya luar biasa.
    Padahal cuma ngajarin dia ngomong: "Ade ayang aunty" hehe. Eh dianya jadi keterusan, ngomong gitu terus 😁
    Dari situ memang terlihat ya bahwa anak-anak pun juga paham apa itu bahasa cinta, walau mungkin penyampaiannya aja yang kadang orang dewasa gak mudeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget Kakak. Pada dasarnya bahasa cinta bisa diterapkan ke siapa saja loh. Tuh kan efeknya memang luar biasa sekali bukan? Padahal simpel, tapi punya impact jangka panjang

      Hapus
  8. Seru nih, bahasan mengenai bahasa cinta untuk ananda.
    Karena sejatinya, gak ada satu orang pun yang bisa hidup tanpa cinta yaa.. Baik yang dikatakan maupun dilakukan, semua kudu ditunjukkan oleh orangtua agar anak pun memahami bahwa mereka adalah pribadi yang berharga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu, dengan adanya cinta mampu membuat hidup jadi lebih damai. Cinta penting diutarakan untuk semua orang, terutama untuk orang-orang tercinta, seperti orang tua maupun ke anak-anak.

      Hapus
  9. Aku sudah menerapkan semua bahasa cinta ini ke anakku, biar ntar kalo dia dewasa, dia akan mengingat hal2 baik dari orangtuanya. Ya sekaligus mengenalkan bahasa cinta ke anak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Congratulations 👏👏👏 semoga usahanya membuahkan hasil yang optimal untuk masa depan anak-anak ya Kak

      Hapus
  10. Sebagai anak yang dilahirkan dengan bahasa cinta yang "aneh" di zaman sekarang tapi lumrah di masa masa itu, aku perlu belajar soal love language ini juga untuk anakku yang udah 5 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makna bahasa cintanya sudah mengalami pergeseran kah ?? Hehehe.... jangan sampe deh ya. Love language tetap sebaiknya dipraktikkan

      Hapus
  11. Bahasa cinta yang paling indah adalah keluarga. Penting diterapkan agar keluarga nyaman berasa di rumah dan saling melindungi satu sama lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Dengan bahasa cinta yang tepat, akan terjalin hubungan yang jauh lebih hangat dan harmonis

      Hapus
  12. bahasa cinta ke anak itu perlu banget dibiasakan sejak dini menurutku. Terlebih anak-anak mulai memahami. semua poin diatas sangat penting agar anak merasa dicintai, diakui dan dihargai. love languange juga perlu dilakukan setelah "bertengkar" dengan anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya dong pastinya perlu diterapkan sejak usia dini. Agar tertanam di memori mereka

      Hapus
  13. Bukan sama pasangan saja ya, orang tua juga perlu memahami bahasa cinta untuk buah hati dan ini memang bagus banget diterapkan untuk mendukung pertumbuhan anak ke depannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul, dengan anak-anak pun bisa diterapkan bahasa cinta. Tentunya dengan cara yang sedikit berbeda

      Hapus
  14. Menarik nih, 5 bahasa cintanya, termasuk ngasih yg terbaik juga soal Bimbel, biar anak makin semangat belajarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes exactly! Setelah bahasa cinta berhasil diterapkan, selanjutnya pilih bimbingan belajar atau bimbel yang profesional dan memiliki metode pembelajaran yang efektif. Seperti Bimbel Virtual Sinotif

      Hapus
  15. Wow, Sinotif benar-benar memberikan solusi belajar yang lengkap dan terjangkau dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Dengan pendekatan personal dan tenaga pengajar spesialis, serta layanan bimbingan online yang interaktif, Sinotif menjadi pilihan yang tepat bagi para siswa yang ingin meraih kesuksesan akademik. Semoga dengan Sinotif, belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif! 📚💻✨

    BalasHapus
    Balasan
    1. Metode pembelajaran yang diterapkan Sinotif tentunya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terus berubah. Jadi dengan demikian para siswa nggak akan merasa bosan dengan cara belajarnya.

      Hapus
  16. Anak anak memang owrlu dikenalkan dengan 5 bahasa cinta ini agar mereka memahami setiap orang punya cara masing masing untuk menu jukkan kasih sayangnya ya..

    BalasHapus