Ibu Telah Mengajarkan 10 Hal Tentang Persahabatan

Taukah Anda, siapakah sosok sahabat sejati yang terbaik yang pernah ada di dunia ini? Siapakah sosok sahabat sejati yang selalu ada disaat kita butuhkan? Dialah Ibu. Tanpa kita sadari, sejatinya Ibu telah mengajarkan kita banyak hal tentang arti persahabatan yang tulus dan tanpa pamrih. Bahkan nggak ada yang dapat menandinginya. Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang arti sahabat sejati, bahkan Ibu telah lebih dulu mengajarkan kita untuk memahami arti persahabatan sejati yang sebenarnya.


Tanpa kita sadari, ada 10 hal tentang persahabatan yang telah Ibu ajarkan kepada kita semua. Apa sajakah ke-10 hal tersebut?? Langsung saja cekidot (biasakan baca sampai habis dan renungkan) :

1. Ibu selalu siap menerima kita di setiap keadaan

Seorang Ibu Menyuapi Anaknya - Blog Mas Hendra
Picture taken from : capslocknet.com

Disaat kita membuat suatu kesalahan, baik disengaja maupun nggak disengaja, sesering apapun kesalahan maupun amarah yang kita lakukan, Ibu adalah orang pertama yang selalu mengerti dengan keadaan yang sedang kita hadapi. Dan cuma seorang Ibu yang akan menerima dan selalu memahami kita lagi... dan lagi.

2. Ibu tetap ada, walau kita nggak menginginkannya


Seorang Ibu Selalu Ada Untuk Anaknya - Blog Mas Hendra
Picture taken from : anneahira.com

Masih ingatkah di saat kita terkadang 'menolak' kehadiran Ibu untuk mencampuri urusan sekolah kita? Mungkin saat itu kita merasa risih dan malu sama teman-teman yang lain. Kemudian Ibu 'menghilang' hanya untuk memberimu kesempatan untuk bersama teman-teman. Namun itu hanya sebentar, walau bagaimana pun Ibu akan selalu ada untuk kita.

3. Saat kita hilang arah, Ibulah yang selalu membimbing kita

Ibu Sedang Membimbing sang Anak - Blog Mas Hendra

Picture taken from : iphincow.com


Disaat kita sedang dirundung suatu masalah dan hampir hilang arah, taukah Anda, Ibu justru jauh lebih khawatir dengan keadaan kita dibanding diri Anda sendiri. Dan Ibulah orang pertama yang datang untuk membantu menyelesaikan masalah sebelum teman-teman Anda datang membantu.

4. Kebahagiaan kita adalah kebahagiaan Ibu

Bahagia Bersama Ibu dan Anak - Blog Mas Hendra
Picture taken from : vemale.com

Ibu selalu mengalah dalam berbagai hal, nggak lain hanya untuk melihat kita bahagia. Mulai dari hal yang paling sepele sampai kepada hal-hal yang paling besar, Ibu selalu mendahulukan kita daripada dirinya. Kebahagian kita adalah kebahagian Ibu juga.

5. Ibu tetap melindungi dan menyemangati disaat orang-orang meninggalkan kita

Ibu Tengah menyemangati sang Anak - Blog Mas Hendra
Picture taken from : fitraalim.blogspot.com

Banyak teman dan sahabat di dalam kehidupan kita yang datang dan pergi, tapi Ibu nggak akan pernah membiarkan  dan meninggalkan kita sendirian.

6. Ibu selalu jujur dan memprediksi hal yang benar

Pelukan Hangat Seorang Ibu - Blog Mas Hendra
Picture taken from : mozaik.inilah.com

Ibu akan selalu berkata jujur, meskipun menyakitkan, namun semua adalah untuk kebaikan kita. Dan prediksi seorang Ibu hampir selalu benar.

7. Ibu orang yang paling mempedulikan dan mencemaskan kita

Pelukan Hangat Ibu Bentuk Kepedulian kepada Sang Buah Hati - Blog Mas Hendra
Picture taken from : m.republika.co.id

Kepedulian Ibu mengalahkan segala hal. Ibu akan lebih sering menghubungi dan mengkhawatirkan kita ketika kita nggak ada di rumah. Dan Ibu akan berusaha melakukan segalanya demi kebaikan kita.

8. Ibu selalu memarahi kita di depan, bukan di belakang

Ibu Memarahi Anaknya Pake Toa - Blog Mas Hendra
Picture taken from : kronologi-hidup-bayu.blogspot.com

Ibu selalu berusaha untuk nggak memarahi kita di belakang. Ibu selalu saja memarahi langsung di depan kita tanpa menjelek-jelekan kita di belakang.

9. Ibu setia mendukung apa yang menjadi pilihan kita

Ibu Mengantar Sekolah Anaknya - Blog Mas Hendra
Picture taken from : hermaniagranger.blogspot.com

Dengan segala pertimbangan dan kebijaksanaannya, Ibu akan mendukung dan menyetujui apa-apa yang menjadi pilihan bagi anaknya. Kalau nggak setuju, Ibu selalu memberikan solusi terbaik bagi kita.

10. Akhirnya, darah lebih pekat daripada air

Pelukan Hangat Ibu - Blog Mas Hendra
Picture taken from : suara-islam.com

Dan akhirnya, kita bahkan tetap membutuhkan Ibu di hari pernikahan kita, sebelum kita pergi meninggalkan Ibu bersama keluarga kecil kita yang baru. Bagaimanapun juga, teman terbaik itu diibaratkan seperti air, yang mengalir begitu saja. Berbeda dengan darah dan air mata Ibu yang menetes, justru demi melindungi ikatan hubungan erat antara seorang Ibu dan anak. Ibu telah mengajarkan dan membuktikan arti persahabatan sejati yang sebenarnya sejak kita lahir ke dunia ini.

Bahkan sampai menutup mata pun, kita nggak akan pernah tau, apakah yang sudah kita berikan ke Ibu sudah cukup untuk menggantikan segalanya??!!

Semoga bermanfaat.

Terimakasih untuk agan Approve.cc yang udah share tulisannya di Kaskus. Tulisannya menjadi inspirasi buat saya.

18 comments

yups, ibu yang selalu mendukungnya dalam keadaan apapun

Reply

ibu adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita :)

Reply

Beruntung kalau punya ibu masih hidup kasih sayangnya sepanjang masa meskipun anak anaknya sudah berkeluarga ibu tetap perhatian

Reply

berbahagiaalah yang masih ada ibunya. puas-puasin nyenengin hatinya. kalo sudah ga ada rsanyatuh gimana gitu. iclove u ema

Reply

ibu adalah pelindung kedua selain allah, dia segalanya bagiku :').
no comment again, suka sedih kalau bicara tentang ibu :')

Reply

Ibu adalah malaikat yang dikirim buat ngejaga kita yaa...

Reply

Iya buat beliau bahagia di dunia ini, mumpung masih ada

Reply

Iya Mas Dwi, kasih sayangnya nggak ada yang bisa menggantikannya...

Reply

Yup betul banget, posisinya nggak tergantikan...

Reply

Iya betul, dukungannya penuh dengan kebijaksanaan yaa...

Reply

Surga di bawah kaki telapak ibu.. Mau sukses cium kaki ibu dulu... hehe :)

Reply

Ya pada hakikatnya kudu berbakti, bukan nyiumin kaki ibu, hihi...

Reply

bener banget kang. harus itu

Reply

bener sekli kang tidak ada yang kaya itu selain ibu

Reply

Iya Mang Aduls... Siip lah pokona mah

Reply

Iya Mang, bahkan sepertinya kita nggak akan pernah bisa membalas jasanya, cukup dengan berbakti aja

Reply

Apalagi waktu menulisnya Mas.... Lebih sedih

Reply

Post a Comment