Dimana Posisi Saya Ketika Kerusuhan Mei 1998?

Masih ingat sama peristiwa kerusuhan yang terjadi di bulan Mei 1998? Kerusuhan Mei 1998 bukan cuma terjadi di Jakarta saja loh, tapi juga terjadi di kota Medan dan Surakarta. Kerusuhan ini dipicu bukan hanya karena krisis ekonomi di Asia sejak tahun 1997, tetapi juga dipicu sama tragedi Trisakti, dimana sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti ditembak sewaktu melakukan aksi damai di sekitar kampus Trisakti di Grogol pada 12 Mei 1998. Masih di bulan yang sama, secara resmi Presiden Soeharto menyatakan mundur dari kursi presiden RI. (Wikipedia)


Peristiwa Kelam Kerusuhan Mei 1998 Jakarta
Kerusuhan Mei 1998. (danudika.wordpress.com)

Menurut berita yang beredar, banyak banget toko dan perusahaan yang dijarah dan dihancurin oleh massa, terutama milik orang-orang keturunan etnis Tionghoa (Cina). Selain itu, ada juga beberapa kasus perkosaan, penyiksaan dan pembunuhan yang menimpa wanita Tionghoa waktu itu. 

WARNING : Disturbing Picture


Banyak mall yang sengaja dijadikan sasaran penjarahan dan pembakaran. Salah satunya adalah Yogya Dept. Store (sekarang namanya berubah menjadi mall Klender. Diduga mall-mall ini memang sengaja dibakar. Pembakaran dilakukan justru di saat orang-orang masih banyak yang berada di dalam, nggak heran sekitar 450 jenazah ditemukan dalam keadaan gosong. 

Mall Klender Terbakar - Blog Mas Hendra
 picture taken from kapanlagi.com


Puluhan Jenazah Dengan Kondisi Gosong - Blog Mas Hendra
jenazah gosong. (goestocinema.wordpress.com)

Semenjak peristiwa pembakaran tersebut, konon kini mall Klender telah berubah menjadi mall yang angker. Banyak cerita mistis yang beredar setelah peristiwa tersebut. Seperti yang saya kutip dari situs Ceritamistis. Beberapa hari setelah peristiwa pembakaran, penduduk sekitar masih saja mendengar jeritan dan teriakan minta tolong secara sayup-sayup dari dalam gedung. Nggak cuma itu saja loh, sewaktu gedung tersebut beroperasi lagi, banyak pedagang dan pengunjung yang mencium bau anyir dan bau gosong di dalam gedung. 

Ada lagi cerita seorang pria yang baru saja berkunjung dari rumah temannya di Buaran mau naik angkot jurusan Buaran - Rawamangun pada malam hari. Setelah angkot melintas di daerah Buaran, ada beberapa penumpang yang ikut naik ke angkot. Begitu angkot melintas di depan mall Klender, penumpang tersebut turun begitu saja dan berjalan masuk ke arah mall Klender yang baru saja terbakar. Karena penasaran, pria itu mengamati para penumpang yang sedari tadi diam saja, betapa kagetnya sewaktu ia tahu bahwa kulit para penumpang itu berubah menjadi gosong. Ya begitulah cerita mistis yang beredar di tengah masyarakat, entah fakta atau mitos. Wallahu a'lam... *jadi merinding….

JANGAN DIBUKA
KAN SUDAH DIBILANGIN JANGAN DIBUKA!
Tulisan Milik Pribumi Dipasang Di Depan Toko - Blog Mas Hendra

Nah karena peristiwa kerusuhan itu, banyak pemilik toko di Jakarta yang ketakutan dan nulis di depan tokonya dengan tulisan “Pro-reformasi” atau ada juga tulisan “Milik pribumi”. Jarang banget ditemuin tulisan “Milik jomblo”.


***

Saya masih ingat, waktu terjadinya peristiwa kerusuhan dan penjarahan tersebut, waktu itu saya masih sekolah di salah satu SMK di daerah Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saya masih gagal paham, apa sih yang sebenarnya terjadi? Seluruh siswa dipulangin lebih awal. Saya yakin pihak sekolah pasti sudah mengumumkannya (cuma sayanya saja yang nggak merhatiin).

Akhirnya dengan semangatnya, para siswa keluar sekolah dan langsung pulang, termasuk saya sendiri. Saya lihat kondisi jalan raya sangat sepi, nggak seperti biasanya yang ramai dan padat. Sempat terdengar juga waktu itu isu-isu ada rombongan massa yang lagi bergerak. Entah bergerak kemana, saya juga nggak tahu, yang penting saya langsung pulang ke rumah. Cari aman saja.

Saya pun menunggu angkot S11 (Ps. Minggu – Lebak Bulus) di perempatan gedung harian Republika, Pejaten. Lama juga sih nungguinnya. Ternyata memang sebagian besar angkutan umum banyak yang memilih untuk pulang lebih awal pada hari itu, karena adanya isu kerusuhan ini. Nggak berapa lama nunggu, si angkot datang juga, saya pun langsung naik.

Selama di perjalanan saya masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pas sampai di rumah, saya lihat berita di TV rame banget nyiarin tentang penjarahan yang disertai pembakaran di beberapa pusat perbelanjaan yang dilakukan ribuan massa di berbagai penjuru kota Jakarta. Seluruh kota Jakarta mendadak berubah menjadi mencekam. Itulah sebabnya banyak sekolah di Jakarta yang memulangkan siswanya lebih awal.

Waktu itu kota Jakarta dikepung asap yang membumbung tinggi di beberapa wilayah. Penasaran! Saya sempat naik keatas atap rumah dan melihat banyak kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di kejauhan. Tapi sayangnya saya nggak fotoin, soalnya waktu itu belum ada hape guys...

16 comments

wah berarti om ini udah tua ya?
pas tahun 1998 saya itu masih kelas 2 sd loh
om udah smk
keren
iiih serem ngliat mayat gosongnya
untung waktu itu saya sedang ada di kelas

Udah uzur... Di kelas mana nih. Hahaha

Ya alloh merinding amat liat foto jenazah yang pada terbakar dan gosong itu hmmm :(

Huahahaha. Milik jomblo. Ada-ada aja Mas Hen :D

Serem banget ya sampe angker gitu karena peristiwa yang memilukan itu. Tapi cocok aja sih sama namanya. Mall Klender Angker Grrr. Eeeh :(

Mudah mudahan nggak terulang lagi ya mas...ngeeri banget

Milik jomblo seutuhnya, hehehe... Tapi mall Klender sekarang udah rame Cha...

Iya mas. Aaamiiin... Cukup peristiwa kelam itu terjadi.

Aku ngga tau dimana mas, usiaku saat itu baru 2tahun. Aku tidak ingat. Banti aku mengingat mas, tolooooooonggg...

Pristiwa kejam, lebih kejam dari bully jomblo :(

Bully jomblo mah nggak ada apa2nya neng

udah serius serius eh ada jokes Milik Jomblo. wkwkwk

Waktu itu saya masih kelas 1 sd. Saya ingat betul lihat di TV ada kerusuhan. Pas tanya ibuk: " apa itu kerusuhan?", beliau jawab "ganti baju dulu terus makan". Btw saya di Balikpapan posisi saat itu, dan di kota kami tentram tentram saja. Tak ada kejadian apapun sebab semua sibuk kerja.

Syukur deh kalo nggak terjadi apa-apa, soalnya puncaknya ada di jakarta waktu itu...

Mas, apakah mau saya ajak wawancara, tetapi via telepon.
maaf kalau tidak sopan ya mas.
Soalnya saya sedang menyusun penelitian kecil-kecilan tentang kerusuhan mei 1998 untuk memenuhi mata kuliah sejarah lokal, dimana sejarah lokal ini harus diangkat dimana saya dilahirkan, yaitu di jakarta. tetapi saat ini saya sedang kuliah di semarang.

Terimakasih atas tawarannya. Tapi karena saya bukan narasumber yang melihat langsung peristiwanya, seperti yang saya tulis di artikel ini. Jadi saya tidak tau persis, hanya menyaksikan dari TV aja. Mungkin ada nara sumber lainnya yang lebih pantas untuk diwawancara...

Best regards,


EmoticonEmoticon