Pengalaman Mudik Dari Terminal Ciputat


Tradisi mudik merupakan tradisi yang kerap kali berlangsung setiap tahun menjelang Idul Fitri. Sebagian besar penduduk kota besar seperti Jakarta, warganya merupakan para pendatang dari berbagai kota lainnya di Indonesia. Untuk mengantisipasi ramainya pemudik yang akan pulang kampung, banyak armada bus yang menyiapkan unit-unit busnya di titik-titik yang dianggap strategis dan ramai oleh pemudik.


Salah satunya ada di terminal Ciputat. Lokasinya tidak jauh dari pasar Ciputat, persis di depan Ramayana Ciputat. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mudik dari terminal Ciputat yang kebetulan merupakan pengalaman pertama saya mudik dari Ciputat. Karena lokasinya cukup strategis dan terbilang tidak jauh dari tempat tinggal, pilihan pun jatuh di terminal Ciputat. Sebelumnya, saya terbiasa mudik dari daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan.

💛 SABTU, 10 JUNI 2017 💛

saya dan istri mampir ke lokasi untuk mencari informasi bus tujuan kota Tegal. Kami terbiasa naik bus Dewi Sri. Mudik kali ini, sengaja kami memilih bus sebagai moda transportasi, kebetulan adik ipar ikut yang menemani istri mudik, jadi saya sedikit tenang, karena saya memang tidak bisa ikut mudik.  

Pagi hari kami sampai di lokasi. Terlihat ada beberapa buah bus besar antar kota dan sebuah bus Koantas Bima yang sedang berhenti. Tempatnya cukup luas, tapi sayangnya pada bagian sebelah kanan, lantainya tidak terawat, karena banyak lubang besar yang menyebabkan genangan air dimana mana. Sementara di sebelah kiri lantainya masih cukup bagus.


 
Lokasi loketnya berada di deretan ruko ujung sebelah kiri. Loketnya tidak terlalu besar, di sebelahnya terdapat warung penjual minuman dan jajanan.

Menurut petugas yang berjaga, menjelang Lebaran, harga tiket bus akan naik setelah tanggal 13 Juni 2017. Untuk tujuan kota Tegal, dari hanya IDR 80.000/orang, naik menjadi IDR 130.000/orang. Ah sial, istri dan adik ipar akan mudik hari Minggu, 18 Juni 2017. Ini artinya saya harus membayar tiket sebesar IDR 130.000/orang.

Tapi kata petugasnya, sebaiknya kami memesan tiket bus terlebih dulu untuk memesan kursi, karena kalau tidak pesan dari sekarang, takutnya kami tidak kebagian kursi. Kasian kan istri, adik ipar dan anak saya nantinya harus rebutan kursi dengan penumpang lainnya, mirip pejabat disana yang juga hobi sekali rebutan kursi.

Akhirnya saya membayar uang muka sebesar IDR 50.000/orang sebagai tanda jadi untuk memesan kursi. 

Jadwal keberangkatan bus pada pagi hari jam 07.00 dan malam hari jam 19.00 dengan tujuan : Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Slawi, Bumiayu, Purwokerto dan Bobotsari.

💚 MINGGU, 18 JUNI 2017 💚

Selepas sholat Subuh, saya mengantar istri ke terminal Ciputat. Sengaja kami berangkat lebih awal, karena bus berangkat jam 07.00 pagi.

Dan benar saja, ketika tiba di lokasi, antrian panjang terlihat memenuhi loket. Meskipun saya sudah memegang tiket tanda jadi, saya masih tetap harus mengantri untuk membayar kekurangannya. Ada dua antrian panjang, satu khusus untuk pembeli tiket, dan satunya khusus untuk menukar tiket.
Tiket yang saya kasih ke petugas, akan disesuaikan dengan nomor kursi dan juga nomor seri bus, agar penumpang tidak bingung. Setelah mengantri sekitar 20 menit lebih dan membayar kekurangan sebesar IDR 240.000 untuk tiga orang, akhirnya saya pun dapat tiket baru.

Langsung saja saya menuju bus yang sudah tertera di tiket. Alhamdulillah, bus yang ditumpangi istri saya terdapat AC-nya. Jadi tidak khawatir kakak Nabil dan dede Naufal kepanasan di dalam bus.

Ada sekitar 10 unit bus Dewi Sri yang siap mengantar penumpang pada pagi hari itu. Setelah jam 07.00 lewat, bus belum juga berangkat. Ternyata ada dua penumpang yang belum datang, mau tidak mau bus pun telat satu jam berangkat jam 08.00.


Nah demikian artikel tentang pengalaman mudik dari terminal Ciputat. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda yang ingin mudik dari daerah Ciputat dan sekitarnya.

8 comments

widih tiketnya mayan banget naik sampe 50ribu ya kang. perjalanan jauh klo saya si prefer nek kereta drpd bus hehehe
btw itu penumpang telat mestinya tinggalin aja mayan 1 jam nungguin deuh klo aku si komporin org2 biar ditinggalin ntar direfund aja uangnya brp persen drpd merugikan org bnyk hahhaha

Iya teh, mentang-mentang Lebaran, harga tiket bus ikutan naik... Padahal pelayanan mah sama aja, gak ada yang meningkat signifikan.

Maunya sih gitu ditinggalin aja, tapi mikir lagi, kalo saja saya ada di posisi orang itu, mungkin saja ada urusan yang sangat penting yang menyebabkan dia sampai datang terlambat...

Bus Nusantara ikutan mejeng disana, bus kaporit klo mudik

Haaaa, kaporit?? Nusantara itu ke Sumatera ya

nggak mudik ke kuningan mas Hendra?

Lah Mudik to Mas...Sayang banget nih kita gak ketemuan padahal deket rumah saya loh mas Yomani Lebaksiu ke Balapulang itu.Saya dah lama gak mudik pakai Bus mas selalu nebeng sama adik.Dulu sih andalannya Bus Sinar Jaya Mas tapi sejak ada si bungsu nggak berani pulang pakai bus.

Lebaran tahun ini saya tidak mudik, istri saja yang mudik. Karena saya tidak bisa cuti pas Lebaran. Kebetulan orang tua ada di Jakarta semuanya.

Gak mudik mas, cuma nganterin istri aja. Lebaran tahun ini gak dapat jatah cuti. Kalo sama-sama mudik, bisa kopi darat kita di Tegal, hehehe...

Kebetulan ada adik yang nemenin istri mudik, jadinya gak naik travel...


EmoticonEmoticon