Ciptakan Peluang Bisnis Melalui Hobi Bersama Ralali.com

Memiliki sebuah usaha atau bisnis, sepertinya menjadi impian bagi setiap orang. Namun karena berbagai hal dan pertimbangan, masih banyak yang ragu atau takut apabila terjun ke dalam dunia usaha. Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan, kalau memang kita belum mencobanya, maka kita tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjalani sebuah usaha. 


Banyak yang berpendapat, menjalani bisnis sangat baik jika dimulai sejak usia muda atau bahkan usia dini. Anda boleh setuju atau tidak, tapi sepertinya ada benarnya juga, meskipun tidak dapat dikatakan sebagai sebuah patokan.

Dalam menjalankan suatu bisnis, tidak cukup hanya bermodalkan materi dan keahlian saja, namun juga kadang diperlukan kreativitas yang tinggi serta pandai memanfaatkan peluang bisnis yang ada.

Berbicara masalah menjalani usaha di usia muda, saya jadi teringat pengalaman awal saya berbisnis saat berumur 27 tahun. Usaha yang saya jalani ini, bahkan hanya berawal dari sebuah hobi.


KEPINCUT HANDYCAM

Jauh sebelum married, tepatnya sekitar tahun 2003 lalu, saya begitu kepincut sama yang namanya handycam. Awal saya menyukainya karena tetangga saya yang baru saja pulang merintis karir dari Jepang, membeli sebuah handycam merk Sony, asli buatan dari Jepang. Dengan handycam barunya, kami pun menyempatkan jalan-jalan di sekitar rumah sambil shooting video. Senangnya luar biasa loh, hehehe...

Waktu itu, handycam bisa dibilang barang mewah. Karena harganya yang masih mahal, makanya masih jarang ada yang punya. Namun karena “kegilaan” saya sama handycam, saya bertekad kuat untuk memilikinya. Mau tidak mau saya harus menyisihkan uang dari gajian saya setiap bulannya.

Alhamdulillah, satu tahun berikutnya, tepatnya tanggal 07 November 2004, saya membeli sebuah handycam merk Sony seharga Rp. 3.189.000 dan sebuah tripod seharga Rp. 239.000.
Handycam Sony - Blog Mas Hendra
Handycam jadul, ukurannya bongsor dan resolusinya masih standar. Namun soal kualitas tidak perlu diragukan lagi.

Saya senang bukan kepalang sudah memiliki handycam tersebut. Bahkan pada saat momen mudik, saya selalu membawa handycam untuk merekam momen yang dianggap penting saat bersama keluarga besar di kampung.

Saya dan Handycam - Blog Mas Hendra
Saking hobinya ngeshoot, setiap ada momen selalu menyempatkan membawa handycam.


MENABUNG UNTUK MENYALURKAN HOBI

Beruntungnya, handycam yang saya beli, sudah mendukung koneksi ke komputer. Hal ini memudahkan saya untuk menyimpan atau mengedit hasil rekaman di komputer. Namun karena waktu itu saya belum punya komputer, semua hasil rekaman masih tersimpan di kaset handycam. 


Kaset Handycam Untuk Proyek - Blog Mas Hendra
Handycam dan kaset-kaset untuk menyimpan proyek shooting.

Memang benar kata orang, yang namanya hobi, apapun akan dilakukan untuk mewujudkannya. Dan itu yang terjadi sama saya waktu itu, karena tergila-gila sama aktivitas video shooting+editing, saya pun bertekad untuk mewujudkan hobi saya waktu itu.

Demi memiliki sebuah komputer, saya pun mulai menabung lagi setiap bulannya. Karena rasa penasaran dan hobi editing inilah saya rela ngirit-ngirit untuk membeli komputer, hehehe...

Alhamdulillah, pada tanggal 8 Mei 2006, saya pun membeli komputer rakitan di sebuah toko komputer di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Waktu itu harga komputer memang masih mahal. Harganya mencapai Rp. 4.250.000. Termasuk monitor model tabung, CPU, keyboard, DVD-ROM dan mouse.

Satu Set Komputer Lawas - Blog Mas Hendra
Komputer pertama yang saya beli tahun 2006. Monitornya masih model tabung. Semua perlengkapan saya letakkan di dalam kamar saya. Printer di atas kulkas.

Setelah ada komputer, saya pun semakin rajin melakukan video shooting dan mengeditnya melalui komputer. Kalau sudah ngedit video, biasanya saya sampai lupa waktu, hehehe...


BERAWAL DARI HOBI, MALAH JADI PELUANG BISNIS

Semenjak memiliki komputer, animo saya untuk melakukan video shooting+editing semakin menjadi-jadi. Setiap ada momen, seperti liburan keluar kota, pernikahan saudara, acara ulang tahun, maupun momen mudik, saya selalu membawa handycam+tripodnya dan mulai beraksi mengambil gambar. Malah saya bisa dibilang lebih mirip sama tukang shooting orang-orang kawinan, hahaha...


Saya dan Handycam - Blog Mas Hendra
Hobi=uang? Kenapa tidak?! Coba saja.

Karena itulah, banyak orang jadi tahu kalau saya sangat tertarik dengan kegiatan video shooting.

Akhirnya suatu hari ada tetangga yang iseng menanyakan berapa harga paket komplit (shooting+VCD) untuk video shooting anaknya yang akan sunatan.

Saya rasa ini peluang yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, sekaligus untuk mengukur sampai sejauh mana kemampuan saya mengambil gambar, karena jujur saja, waktu itu saya juga masih dalam tahap belajar. 

Tapi saya tidak mau melewatkan kesempatan ini begitu saja, dengan bermodalkan handycam+tripod serta sebuah kaset kosong berdurasi 60 menit, saya pun mulai menjalankan aksi merekam jalannya proses sunatan dari awal sampai selesai.

Setelah proses shooting selesai, saya mulai memindahkan dan mengedit hasilnya dengan menggunakan software Ulead Video Studio Versi 10. Untuk mencetak cover VCD-nya, saya mengandalkan printer yang memiliki fitur scanning+foto copy.


Laptop Untuk Mengedit, Lebih Handal - Blog Mas Hendra
Kini saya harus memakai laptop untuk mengedit video dan sebagainya, karena lebih praktis dan speknya juga lebih tinggi dari komputer jadul milik saya sebelumnya.

Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar. Walau hasilnya tidak seperti seorang expert, tapi lumayanlah, mengingat resolusi handycam saya masih standar, hasilnya juga tidak sebagus handycam kekinian yang memiliki resolusi lebih baik dan tajam. Proyek pertama saya pun dihargai sebesar Rp. 350.000 sudah termasuk satu keping VCD. Rasanya senang banget, karena hobi saya tidak sia-sia, malah justru mendatangkan penghasilan tambahan.

Dari situ, saya mulai rajin meningkatkan kemampuan video editing saya melalui komputer. Saya juga jadi semakin rajin melihat video tutorial cara mengambil gambar dengan baik melalui YouTube.

Semenjak saat itu, saya berhasil menyelesaikan beberapa proyek shooting, termasuk salah satunya video shooting pernikahan teman sekampung saya di Kuningan. Lagi-lagi Alhamdulillah...


Tumpukan CD dan Proyek yang Sudah Selesai - Blog Mas Hendra
Tumpukan disc siap burning dan proyek yang sudah rampung.


BELAJAR EDITING SECARA OTODIDAK

Sebelumnya, saya tidak pernah kursus video editing, apalagi kuliah jurusan Broadcasting atau perfilman. Semuanya saya lakukan secara otodidak, karena memang kesukaan saya terhadap aktivitas video shooting+editing begitu tinggi. Selain itu, software yang saya gunakan memang mudah untuk dipelajari, jadi saya bisa mempelajarinya sendiri.

Namun tidak cukup sampai di situ saja loh, saya masih harus mencari bahan lainnya melalui internet, seperti sound effect, video opening, image dan musik. Sebagian yang lainnya, saya beli sendiri CD softwarenya. Semuanya saya olah dan edit menjadi satu agar hasilnya lebih bagus dan tidak monoton.


CD Software Untuk Proyek - Blog Mas Hendra
Sebagian software yang biasa saya gunakan. Terutama Ulead Video Studio versi 10 plus.

Proses editing bisa memakan waktu cukup lama, tergantung durasi video yang akan diedit. Untuk video berdurasi 30 menit saja, saya menghabiskan waktu selama satu hari, lengkap dengan full effect.


Studio Mini Untuk Memproses Proyek Editing - Blog Mas Hendra
Perlengkapan penunjang aktivitas video editing. Studio mini di rumah. Bikin betah!

Setelah proses editing selesai, video disimpan ke dalam bentuk format VCD atau MPEG, tergantung pesanan dari klien. Lalu hasilnya masih akan diburning menggunakan Nero, baik ke dalam bentuk CD, VCD atau DVD, tergantung pesanan dari klien. Setelah proses burning selesai, langkah terakhir adalah print cover, agar hasilnya terlihat lebih menarik.

Penasaran mau lihat video singkat hasil editan saya yang sangat sederhana? Silahkan :


Apartemen Kemang Jaya, Jakarta Selatan Kebanjiran - Blog Mas Hendra


TIDAK HANYA VIDEO SHOOTING

Bukan hanya proyek video shooting saja guys, saya juga mengerjakan proyek foto editing dengan menggunakan beberapa software pendukung.

Selain itu, saya juga mengerjakan pembuatan MP3, CD musik, VCD/DVD foto, pengisian MP3 atau MP4 ke handphone, VCD/DVD musik, burning CD, scaning foto, video editing, foto editing dan lain sebaginya.

Disc-disc kosong siap burning dan koleksi proyek yang sudah rampung.

Hasilnya lumayan banget guys. Ditambah proyek video shooting, kalau proyek lagi ramai, setiap bulannya saya mampu mengantongi Rp. 300.000 – Rp. 1.000.000. Tapi kalau sepi, hanya sekitar Rp. 500.000. Uangnya sebagian ditabung dan sebagian lagi digunakan untuk membeli kebutuhan proyek.



MEMPERLUAS BISNIS DENGAN MEMBUKA USAHA WARNET

Warnet Family.Net - Blog Mas Hendra
Tampak depan warnet Family.Net.

Untuk menunjang bisnis sampingan video shooting, saya berencana mendirikan sebuah usaha berskala lebih besar, yakni usaha warnet. Dengan membuka usaha warnet, maka saya memiliki kesempatan yang luas untuk memasarkan bisnis video shooting milik saya. Selain itu, kebutuhan pemakaian internet masyarkat saat ini semakin tinggi.

Namun, karena uang tabungan saya tidak mencukupi, mau tidak mau saya harus mencari investor yang mau diajak join untuk berbisnis. Gayung pun bersambut. Orang tua dan abang saya tertarik untuk ikut berinvestasi membuka usaha warnet.

Akhirnya, selang 4 bulan kelahiran anak pertama saya, pada awal tahun 2010 lalu, saya dan keluarga mendirikan sebuah usaha warnet dengan menggunakan modal patungan. Kami menjalani bisnis warnet secara bersama-sama, baik susah maupun senang, semuanya dilakukan dari kami, oleh kami dan untuk kami. Makanya kami menamakan warnetnya Family.Net.

Jujur saja, saya bukanlah seorang lulusan IT yang mengerti tentang komputer. Dan saya juga tidak memiliki pengalaman menjalankan usaha sebelumnya, jadi bisa dikatakan ini merupakan bisnis yang pertama kali saya dan keluarga jalani.

Pada awalnya, kami berencana menyediakan 8 unit komputer. Namun karena terbentur dana yang pas-pasan, kami hanya membeli 4 unit saja, itu pun komputer second.

Sisa dananya, kami belikan AC ½ PK untuk kenyamanan pengunjung dan juga sebuah showcase second satu pintu untuk berjualan beragam minuman dingin bagi para pengunjung warnet. Lumayan, hasilnya bisa untuk menambah modal lagi.

Sementara untuk urusan eksterior dan interior (pembuatan meja dan pintu warnet), kami memanggil saudara sepupu saya bernama Econ, yang memang ahli pertukangan. Pembayarannya pun kami lakukan secara bertahap. Untuk menghemat dana, Econ membuat meja dan pintu dari bahan yang sederhana, yakni triplek tebal. Dan untuk dinding depannya dibuat dari gypsum. Di tangan Econ, hasilnya tampak terlihat wah dan tidak mengurangi nilai estetika fisik warnet. 

Pembuatan Interior Warnet - Blog Mas Hendra
 Bapak saya dan Econ sedang berdiskusi.

Pembuatan Interior Warnet - Blog Mas Hendra
 Tumpukan triplek yang siap dibikin meja.

Pembuatan Interior Warnet - Blog Mas Hendra
 Econ sibuk merampungkan meja warnet.

Pembuatan Interior Warnet - Blog Mas Hendra
Kami sedang berdiskusi mengenai interior dan eksterior. 

Pembuatan Meja Warnet - Blog Mas Hendra
Tampak dua buah meja warnet sudah selesai dibentuk.

Pembuatan Meja Warnet - Blog Mas Hendra
Meja operator warnet masih dalam tahap proses. 

Interior Warnet Sudah Selesai - Blog Mas Hendra
 Sekat kamar warnet sudah rampung dibuat.

Interior Warnet - Blog Mas Hendra
Sekat kamar warnet sudah selesai. 

Interior Warnet - Blog Mas Hendra
Saya sedang berjaga di warnet.


Tenaga operator warnetnya saya percayakan kepada saudara sepupu saya yang lain, Agus. Namun jika saya atau abang lagi libur kerja, maka kami jaga warnet bergantian. 

Sekat Warnet - Blog Mas Hendra
Sepupu saya Agus sedang bermain internet. 

Operator Warnet - Blog Mas Hendra
Saya sewaktu menjadi operator warnet, sambil mengerjakan proyek sampingan. 

Operator Warnet - Blog Mas Hendra
Agus dan abang saya lagi jaga warnet.


LOKASI WARNET CUKUP STRATEGIS, KEUNTUNGAN BAGI KAMI

Lokasi warnet kami berada persis di pinggir jalan Pinang Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Beruntungnya lokasinya cukup strategis, karena berdekatan dengan sekolah SMP DPN 86 serta perumahan warga. Karena kami sadar betul, salah satu keuntungan membuka suatu usaha adalah lokasi yang strategis.

Lokasi Warnet yang Strategis - Blog Mas Hendra
Di samping warnet ada usaha fotokopi dan alat tulis kantor.


Harga yang kami tetapkan, yakni Rp. 3.000/jam dan juga tersedia harga paket yang lainnya, mulai dari video editing, foto editing, CD burning, scanning dan lain sebagainya. Alhamdulillah warnet kami pun cukup ramai dikunjungi, terutama anak-anak sekolahan dekat warnet. Apalagi jika anak sekolahan mendapat tugas, maka warnet kami menjadi tujuan untuk mencari bahannya melalui internet. Tidak itu saja, biasanya mereka juga akan mencetak hasil tugasnya. Tentu saja ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kami. 

Menu Pilihan Warnet - Blog Mas Hendra
Jenis jasa dan daftar harga yang kami tawarkan.




JATUH BANGUN DALAM BERBISNIS ADALAH HAL YANG WAJAR


Yang namanya usaha, pasti ada pasang surutnya, dan ini adalah hal yang wajar. Menjalani usaha itu ibarat roda yang berputar, kadang ada di atas dan kadang ada di bawah, kadang ramai dan kadang juga sepi. Tapi kami tetap sabar menjalani usaha warnet ini, walau sempat terseok-seok di awal merintis usaha.



KIAT MENGUBAH HOBI MENJADI PELUANG BISNIS 

Hobi adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang disukai oleh seseorang. Ada sebuah kutipan yang menarik perhatian saya, "pekerjaan paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar". Tentu akan sangat menyenangkan jika hobi yang Anda lakukan dapat mendatangkan penghasilan. Berikut adalah kiat mengubah hobi agar menjadi peluang bisnis : 

1. Kenali Hobi Anda
Cari tahu apa yang selama ini menjadi kesukaan Anda. Aktivitas apa yang dapat membuat Anda nyaman dan menyenangkan. Dengan begitu, Anda dapat menciptakan peluang bisnis sendiri melalui hobi Anda. 

2. Pilih Hobi yang Menjual 
Setelah mengenal apa hobi Anda, langkah selanjutnya adalah mengembangkan hobi yang memiliki nilai jual. Misalnya, bagi Anda yang hobi memasak, Anda bisa memperoleh penghasilan dari hobi Anda dengan cara membuka usaha catering atau membuka usaha rumah makan. 

3. Bidik Pasar Secara Cermat 
Langkah selanjutnya adalah kenali target pasar dengan cermat. Kira-kira makanan apa yang paling diminati dan menjadi kegemaran masyarakat. Anda juga harus menguasai teknik mengolah berbagai makanan, agar konsumen memiliki banyak pilihan makanan. 

4. Bergabung Dengan Komunitas 
Hobi biasanya erat kaitannya dengan suatu komunitas. Maka bergabunglah dengan suatu komunitas agar dapat menjaring lebih banyak lagi konsumen. Selain itu, potensi untuk memperluas bisnis Anda akan semakin terbuka lebar. 

5. Kreatif dan Inovatif

Untuk memberikan nilai tambah pada bisnis yang Anda lakukan, dibutuhkan sebuah kreativitas, agar bisnis Anda tetap dapat bertahan. Selain itu Anda juga dapat melakukan langkah-langkah inovatif, agar konsumen tetap loyal terhadap barang/jada yang Anda jual. Misalnya membuat menu bervariasi, atau menyajikan menu masakan daerah A dengan daerah B, agar terdapat lebih banyak lagi jenis makanan yang Anda jual. Dengan demikian, konsumen tidak merasa bosan dengan menu yang itu-itu saja.


MEMBELI KEBUTUHAN PRODUK DENGAN CARA YANG LEBIH MUDAH DAN PRAKTIS DI RALALI.COM



Logo Ralali - Blog Mas Hendra
Dulu saya harus bersusah payah untuk berbelanja kebutuhan untuk proyek ke daerah Glodok dan Mangga Dua di Jakarta Barat. Meskipun harga barang yang ditawarkan lebih murah dibanding tempat lainnya, tentu saja hal ini akan memakan waktu, tenaga dan biaya. Mau bagaimana lagi, pada waktu itu belum ada yang namanya toko online. 

Namun di era yang serba digital ini, semuanya berubah menjadi lebih mudah dan praktis. Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk berbelanja kebutuhan produk. Semuanya dapat dilakukan secara online melalui Ralali.com.

Di bawah naungan PT. Raksasa Laju Lintang (Ralali), Ralali menjadi sebuah pioneer sebagai e-commerce B2B (Business to Business) yang mendistribusikan produk industri di Indonesia. 

ALAMAK!!! Seandainya Ralali sudah ada sejak dulu, tentu saja saya tidak perlu repot-repot belanja keperluan proyek, semuanya bisa dilakukan secara online dari depan komputer atau handphone. Klik! Bayar! Dan pesanan pun dikirimkan. Berarti kali ini saya harus berbelanja lewat Ralali B2B Marketplace, biar tidak repot lagi. 

Jika Anda akan membuka usaha, Anda dapat berbelanja segala kebutuhan produk yang Anda inginkan di Ralali. Katagori produknya juga tersedia sangat lengkap, mulai dari HoReCa (Hotel, Restaurant & Cafe), MRO (Maintenance, Repair and Operation), Office & Warehouse, Computer & Material, Beauty & Sport, Food & Beverage, Furniture dan Service.

Beragam Produk di Ralali - Blog Mas Hendra


Beragam Produk di Ralali - Blog Mas Hendra
Beragam produk dapat Anda temukan di Ralali.com.

Ralali yang memiliki tagline “Helping Business, Connecting Business” ini, didirikan oleh Joseph Aditya sejak tahun 2013. Awalnya Ralali.com menyediakan sendiri stock barang yang dijual. Di samping merintis kerjasama dengan para vendor untuk bergabung sebagai seller (penjual) di Ralali. Namun kini Ralali sudah beralih penuh ke platform marketplace B2B terbesar di Indonesia, di mana Ralali berperan sebagai fasilitator pertemuan dan transaksi jual beli antara pembeli dan penjual. 

Simak video gif perubahan Ralali dari tahun ke tahun berikut ini :

Perkembangan Ralali - Blog Mas Hendra
2013 : Industrial Online Store
2014 : B2B E-Commerce Platform
2015 : Biggest Online B2B Online Store
2016 : Biggest Online B2B Online Store
2016 : Biggest Online B2B Online Store
Anda sebagai pembeli (baik korporat maupun individu), sepenuhnya akan dibantu oleh Ralali untuk menemukan ribuan produk kebutuhan bisnis maupun perusahaan dari ratusan supplier ternama dan terpercaya. Jangan salah guys, hingga saat ini, Ralali sudah memiliki lebih dari 10.000 pelanggan loyal, lebih dari 1200 vendor, 75.000 produk dan lebih dari 100.000 unique visitors setiap bulannya dari seluruh Nusantara.



MENGAPA HARUS RALALI?

Sebagai online marketplace B2B pertama dan terbesar di Indonesia, Ralali memiliki keunggulan dibanding online marketplace lainnya. Dan berikut adalah tiga alasan mengapa Ralali lebih layak Anda pilih :

1. Praktis dan Mudah

Praktis dan Mudah - Blog Mas Hendra
Anda tidak perlu lagi repot pergi ke toko untuk mendapatkan produk yang Anda inginkan. Anda cukup duduk di depan komputer, pilih yang Anda inginkan dan lakukan pembayaran. Sangat praktis dan mudah bagi Anda yang sibuk dan yang lebih penting lagi dapat menghemat waktu Anda.






2. Aman dan Terpercaya

Aman dan Terpercaya - Blog Mas Hendra
Anda tidak perlu takut melakukan transaksi di Ralali, karena semua pembayaran dilakukan dengan cara bank transfer ke Ralali, yang diterima oleh PT. IONPay Networks melalui metode transfer virtual account. Dan Anda pun tidak perlu repot-repot untuk mengkonfirmasi pembayaran Anda, karena pembayaran Anda akan dikonfirmasi langsung oleh sistem setelah Anda melakukan pembayaran.




3. Efisien dan Transparan


Efisien dan Transparan - Blog Mas Hendra
Ralali sebagai perantara yang mempertemukan pembeli dan penjual, memberikan kemudahan, mulai dari pengadaan produk, pembayaran hingga produk berada di tangan Anda. Dengan demikian transaksi yang Anda lakukan akan lebih efisien dan transparan, karena Anda dapat langsung dipertemukan dengan vendor pilihan Anda.






MUDAHNYA MEMBUKA USAHA DI ERA DIGITAL

Di era serba digital ini, Anda memiliki kesempatan yang luas untuk menciptakan peluang bisnis. Seperti yang saya lakukan, meskipun hanya menjalankan bisnis sampingan, tapi saya merasa cukup puas dengan apa yang sudah saya peroleh, karena hanya dengan melakukan hobi, saya memperoleh dua keuntungan, hobi tersalurkan dan uang pun dapat. 

Mulai sekarang, kenali passion (kegemaran) yang ada pada diri Anda, lalu kembangkan dan asah terus serta jangan lelah untuk terus belajar dan mencoba, hingga peluang untuk mendapatkan keuntungan, berhasil Anda raih.

Tidak ada yang tidak mungkin di dalam kehidupan ini selagi Anda terus mencoba dan berusaha, maka semuanya akan terwujud. Jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan pernah takut untuk gagal atau rugi, karena untung dan rugi akan selalu ada di dalam dunia bisnis. 

Bagaimana, Anda tertarik untuk memulai bisnis seperti saya? Atau Anda memiliki ide bisnis yang lainnya? Semua tergantung dari potensi yang Anda miliki. 

Jika Anda penasaran ingin bergabung dengan Ralali.com, Anda dapat menghubungi kontak Ralali di bawah ini :

Website : www.ralali.com
Email : info@ralali.com

Kantor Ralali.com :
Ruko Prominence Ruko Prominence D38 No. 51-53, Alam Sutera Tangerang, Banten 15143 Get Direction 
Telepon : 021-3005 2777

Ralali Center :
Lindeteves Trade Center Lt.UG Blok A23 No.6, Jl. Hayam Wuruk 127, Jakarta Barat 11180 - Indonesia Get Direction 
Telepon : 021 - 6230 8786

Semoga bermanfaat.

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog dengan tema : "Memulai Usaha di Usia Muda Bersama Ralali.com".
Ralali Blog Contest - Blog Mas Hendra

42 comments

waw, benar benar hobi yang menjadi bisnis

Reply

alhamdulillah ya mas, hoby juga bisa menjadikan kerja sampingan :)
tingkatkan mas, maju teruss :)

Reply

karena hobi yang menjadi peluang bisnis dan akhirnya sangat menjanjikan penghasilan yang besar dan lebih besar daripada jadi pegawai, maka peluang bisnis dari hobi menjadi pilihan hidup yang indah

Reply

Keren sekali mas.....semoga sukses ya semoga bisa borong hadiahnya....

Reply

memang benar mas banyak sekali peluang usaha yang berawal dari hobi, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menjadi sukses karena hobi mereka

Reply

Kalo butuh model orang ganteng
Bisa hubungi saya

Reply

Iya mas, harus maksimal, soalnya senang ngejalaninnya, namanya juga hobi...

Reply

Alhamdulillah, makasih semangatnya mas....

Reply

Kalau terus dikembangkan, bakal bisa lebih besar lagi mang...

Reply

Aaamiiin, makasih semangatnya dan doanya

Reply

Banyak banget mas, senang sekali bisa ngeliat orang-orang yang ngelakuin hobi dan sukses dengan hobinya tersebut

Reply

Aaamiiin, makasih sudah mampir di blog saya

Reply

Udah ada mas Niki, saya sendiri, hahaha

Reply

Aaah...kuningan mana? Kuningan Cirebon. Asyiiik ada yang tau kuningan juga ternyata. Salam kenal...

Reply

Iya Kuningan Cirebon. Salam kenal yaa, makasih sudah mampir di blog saya

Reply

Keren mas Hendra (y)
Good Luck..

Reply

Wah keren hobinya, bisa jadi duit. Kalo aku hobi layangan, aku jual bisa jadi duit hehehe

Reply

Yang penting maksimalkan hobi ya mas Amir, hobi layangan juga oke tuh, kita bisa mainin sepuasnya... Hehehe

Reply

Jadi sebelum mas kepincut sama perempuan yang sekarang jadi istri tuh kepincut dulu sama handycam dulu ya :-) Ohh ya itu kayaknya di foto lagi di mobil bak ya :-D

Reply

Iya mas, cintaku terbagi dua sama gadget, hahaha... Iya itu lagi di mobil bak di Tegal, lagi megang handycam buat ngerekam di perjalanan

Reply

Asyiknya punya hobi dalam creative video walaupun butuh peralatan yang tdk murah tapi puas kalau bisa dapat penghasilan sampingan

Reply

woi....
mantap mas hendra...

Reply

ralali memang mantap, usaha digital tak lagi menakutkan ya :)

Reply

Betul banget mas Dwi, yah namanya juga udah hobi, apapun juga dilakonin, apalagi dapat uang..

Reply

Bukan menakutkan, tapi membantu sekali mas... Cobain

Reply

Wah bener banget mas... kalo hobi bisa jadi peluang bisnis pasti kita gak perlu capek buat kerjanya... alias gak ngoyo2 saat kerjanya... keren...

Reply

Iya mas, jalanin hobi sambil bisnis itu memiliki 2 keuntungan, hobi dapat, uang juga dapat... Makasih udah mampir di blog saya

Reply

mantap mas hobby yang briliiiant ,,,,,, dan menginspirasi setiap orang juga untuk tetap menekuni hobbynya walau dengan standard alat yg minim

Reply

Iya Travel, semoga pengalaman saya dapat menginspirasi banyak orang untuk memanfaatkan hobinya agar dapat mendatangkan penghasilan tambahan

Reply

enak ya kalo kerja sesuai hobi, jadi ga berasa kerja

Reply

Enak banget bu, serasa kayak main-main tapi dapat uang, hehehe

Reply

Mau komentar lagi boleh ya Mas Hendra. Ulead Video Studio itu setara Windows Movie Maker gak ? kalau di banding After Effect bagaimana ? masih mudahan Ulead atau gimana ?

Btw ku juga pernah ke Kuningan buat kondangan, tepatnya deket SMA 1 Jalaparna di bawah kaki gunung cermai, adem banget hawanya.

Oiya, waktu itu aku makan rujak atau apa ya yang ada toge togenya gitu, enak banget dah, pengin nambah tapi malu ah di liat orang ^_^

Reply

Boleh banget mas. Movie maker sepertinya lebih simpel dari Ulead Video Studio. Kalau after effect belum pernah liat. Tapi overall Ulead gampang pakainya, fitur dan efeknya juga cukup banyak...

Jalaparna jauh dari desa saya mas Amir. Pasti adem kalo deket Gunung nya, kalo desa saya lumayan jauh dari kaki Gunung Ciremai.

Mungkin toge asap kali ya... Nggak usah malu, kalo nambah ambil aja lagi, daripada penasaran kan sampe sekarang, hahaha

Reply

Wiih. Boleh juga tuh buat nyobain belanja di sana.

Reply

Wah keren banget mas usahanya. kalo hobi ditekunin bisa sampai menghasilkan uang yah, keren :)

Reply

Iya mas, tergantung kitanya juga sih, hobi apapun bisa jadi uang, asal ada kemauan untuk berusaha ke arah sana. Yang penting sesuai dengan passion masing-masing saja.

Makasih sudah mampir di blog saya

Reply

itu komputer pertamanya pasti gak pernah overheat ya gan? kan sebelahan sama kulkas..hehehe :D

Reply

Namanya simbiosis mutualisme gan, hehehe. Makasih sudah berkunjung ke blog ini... :)

Reply

Post a Comment