Surat Teguran Dari Google AdSense

Sebagai penayang iklan dari Google AdSense, sudah sepatutnya kita harus mengikuti dan tunduk terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Bila hal tersebut dilanggar, tentu saja akan ada peringatan atau teguran, bahkan lebih parahnya lagi, sampai pada pembekuan akun Google AdSense (di-banned) yang sudah susah payah kita ajukan. Tentu saja kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi bukan? Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu Google AdSense, sebaiknya baca artikel berikut -> Pengertian Google AdSense


Bila hanya sebatas surat peringatan yang dikirimkan dari Google, mungkin masih bisa kita perbaiki dengan merubah atau menghapus konten yang dianggap melanggar TOS (Term of Services) dari Google. Hal ini pulalah yang pernah saya alami beberapa waktu yang lalu. 

Tanggal 5 Maret 2015, saya menerima email masuk yang dikirimkan dari Google. Isinya cukup mengejutkan, saya pikir kena teguran karena pernah tidak sengaja meng-klik sendiri iklan Google AdSense. Untuk solusi mengenai klik iklan yang tidak disengaja, baca artikel -> Mengatasi Masalah Klik Iklan Sendiri Pada Google AdSense

Penampakan Email Masuk dari Google - Blog Mas Hendra

Ternyata teguran tersebut ditujukan ke salah satu konten blog saya yang dinilai tidak pantas untuk ditampilkan ke ranah publik. Karena seperti kita ketahui, peraturan Google sangat ketat mengenai masalah konten dewasa, erotis atau vulgar. Adapun konten di blog saya tersebut berisi sebuah komik dengan gambar dan jalan cerita yang terbilang nyeleneh dan cukup vulgar. Eh ternyata kena teguran juga. 

Alhasil saya pun diminta untuk melakukan perubahan atau menghapus konten atau menghapus iklan dari laman yang melanggar tersebut dalam kurun waktu 3x24 jam hari kerja.

Iklan Google tidak boleh ditempatkan pada konten dewasa atau vulgar. Ini mencakup konten yang mungkin berisi :

- ketelanjangan atau ketelanjangan dengan menutup bagian-bagian vital
- pakaian transparan atau tembus pandang
- pose cabul dan provokatif
- aktivitas seksual
- obsesi seksual (misalnya, konten obsesi terhadap kaki)
- bahasa kasar atau tidak sopan (misalnya, cerita erotis, spam komentar dewasa di pengeposan)
- saran atau nasihat tentang kemampuan seksual
- produk atau peralatan seks
- iklan atau tautan ke situs eksternal yang berisi konten khusus dewasa
- tautan dewasa dan/atau kata kunci dewasa dalam data meta di sumber pada situs Anda

Jadi sebaiknya tetap berhati-hati dalam menampilkan konten di blog Anda serta ikuti dan patuhi TOS yang telah ditetapkan oleh Google AdSense, dengan begini akun Anda akan tetap aman sampai menerima PO (Pay Out). Insha Allah...

Untuk informasi selengkapnya, Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh Google. Bagaimana dengan Anda sebagai publisher Google AdSense, apakah pernah mendapat teguran serupa? Sharing yuk pengalaman dan solusinya di kotak komentar.

Semoga bermanfaat.

4 comments

Wah mas Hendra kena teguran ya, untung ngecek email ya kalo nggak udah ke ban itu. Notifikasi email kadang suka ga nyampe mas..

Reply

Iya nih mas Ary, saya mau tegur balik, nggak enak sama Kang Google. Kalo email masuk pasti ketauan mas...

Reply

Saya sih belum pernah mas tapi bisa menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati dalam membuat konten.Saya saja kalau mau buat artikel selalu menghindari kata kata yang nyerempet yang dilarang meskipun satu kata saja

Reply

Iya nih harus lebih berhati-hati lagi ya mas....

Reply

Post a Comment