Problematika Musim Kemarau

Musim kemarau yang berkepanjangan, membuat sebagian wilayah di negeri ini kekurangan air, hal ini disebabkan karena hujan yang tidak kunjung turun mengakibatkan sumber mata air pun ikutan mengering.


Tidak sedikit masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan air dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari, bahkan di wilayah pedesaan sekalipun yang notabene banyak terdapat sumber mata air. Tidak itu saja, hal ini juga mulai dirasakan sebagian masyarakat di wilayah perkotaan.
 
Images : nasional.tempo.co|health.liputan6.com|tempo.co

Berbagai upaya beragam pun dilakukan masyarakat di negeri ini, demi untuk menikmati indahnya tetesan air hujan yang menyejukkan tanah yang sudah terlanjur gersang ini. Mulai dari membuat hujan buatan, sholat istisqo (sholat memohon hujan) bahkan sampai kepada urusan klasik nan klenik, yakni memberikan sesajen. Entah sesajen itu akan diberikan untuk siapa. Sungguh sebuah pemikiran sempit yang terbilang cukup nyeleneh.

Namun kalau Tuhan belum berkehendak, apa boleh buat, manusia hanyalah mampu berikhtiar dan berdoa, selebihnya serahkan saja pada Tuhan.

Selain peristiwa hilangnya air dari peredaran, kekeringan yang melanda sebagian wilayah di negeri ini, memicu sebab terjadinya kebakaran hutan, akibat suhu panas bumi yang seolah tidak kenal kompromi. Tidak cukup sampai di situ, kebakaran hutan juga disebabkan karena tuntutan perut manusia-manusia serakah yang membakar lahan demi kepentingan dirinya sendiri. Entah sampai kapan kebakaran hutan ini akan berlalu, namun kata alm. Chrisye, "badai pasti berlalu." semoga saja.

Berbagai solusi pun tengah gencar dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat di negeri ini untuk menyelesaikan permasalahan asap yang semakin liar dan tidak terkendali. Seolah tanpa solusi dan hanya mengharapkan pada turunnya hujan saat musim penghujan nanti.

Populasi nyamuk pun saat musim kemarau semakin meningkat. Keberadaan nyamuk semakin banyak, hal ini disebabkan karena sarang nyamuk yang tidak tersentuh oleh air hujan yang mengalir. Seandainya saja hujan turun walau sejenak, maka problematika musim kemarau akan sedikit teratasi. Baca artikel -> Musim Kemarau, Kenapa Nyamuk Semakin Banyak?

Dan bila tiba masanya ketika hujan turun membasahi negeri ini, semoga saja sumber mata air di berbagai daerah akan berangsur pulih, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan air. Semoga saja tidak sedikit sarang nyamuk yang akan ikut terbawa arus air yang mengalir, sehingga populasi nyamuk pun akan berkurang. Dan semoga saja masalah kebakaran hutan yang tidak berkesudahan pun, akan berangsur pulih, seperti pulihnya ekonomi di negeri ini.

8 comments

kalau ditempat Saya masalah yang paling berat air, itu saja bikin pusing, apalagi yang wilayahnya terkena efek kebakaran hutan, lengkap sudah.... hmm.......

Reply

Tetangga saya juga ada yang airnya sudah kering, kasian...

Reply

sama gan di daerah saya juga susah air.keren artikelnya gan

di tunggu kunbalnya gan

Reply

Hampir merata di Indonesia. Terimakasih udah mampir gan

Reply

selain air yang langka dampak kemarau adalah kabut asap yang diakibatkan kebakaran hutan/ lahan. bicara sebab tentu tidak pernah lepas atas campur tangan manusianya, mulai dari kemarau yang berkepanjangan, kebakaran hutan s.d buruknya status udara dilokasi/ wilayah kabut asap. ya usaha sudah dilakukan, artinya usaha u/ mengatasi bukan mencegah. semoga kita bisa belajar dari semua ini, fenomena yang kerap ada setiap tahunnya. ditahun ini keliatan yang paling terburuk mas.

Reply

Iya mas Hendri, yang jelas tahun ini lebih parah dari tahun2 sebelumnya...

Reply

Saya juga merasakan dampak kekeringan tahun ini lebih parah dari tahun tahun sebelumnya mudah-mudahan cepat berlalu dan segera turun hujan

Reply

Saya pikir juga seperti itu mas Dwi.. Mudah-mudahan cepat berlalu ya

Reply

Post a Comment