Jalan-Jalan Ke Kebun Raya Bogor

Penampakan Pintu Masuk 1 Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra

Minggu (18/10/2015) pagi itu langit begitu cerah. Saya dan anak saya memang berniat untuk berkunjung ke rumah orang tua saya. Mumpung libur. Di rumah orang tua saya, abang saya telah lebih dulu sampai, karena memang beliau menginap dari semalam.

Sesampainya di rumah orang tua saya, abang saya malah mengusulkan untuk pergi jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Berhubung kami belum pernah ke Kebun Raya Bogor, maka kami pun menyetujui usulan brilian tersebut.

Tanpa pikir panjang, kami pun bersiap-siap untuk menyiapkan segala sesuatunya. Memang benar, terkadang segala sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya, malah seringkali kesampaian. Buktinya jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor kali ini memang sama sekali tidak direncanakan lebih dulu sebelumnya.

Baca juga : Nilai Esensi Sebuah Piknik

Setelah semua siap, kami pun berangkat ba'da azan Dzuhur menggunakan motor. Tujuan pertama adalah stasiun Lenteng Agung. Kenapa harus ke stasiun Lenteng Agung? Sebenarnya stasiun ini yang bisa dibilang terdekat dari Pondok Cabe (tempat tinggal orang tua). Selain itu, di stasiun Lenteng Agung pun kami bisa memarkir motor dengan tarif sebesar Rp. 2.000/jam/motor. Setelah motor dalam keadaan terkunci, lalu kami melanjutkan perjalanan ke Bogor dengan menggunakan kereta. Dan ini adalah pengalaman pertama Nabil naik kereta api... Tut... Tut... Tut...

Suasana Parkiran Motor Stasiun Lenteng Agung - Blog Mas Hendra
Parkiran motor di Stasiun Lenteng Agung


Suasana Stasiun Lenteng Agung - Blog Mas Hendra
 Suasana Stasiun Lenteng Agung. Sepi

Di loket tiket kereta api, Anda harus membayar tiket sebesar Rp. 13.000/orang (usia 5 tahun keatas harus bayar full) dengan sistem deposit. Harga asli tiket kereta api hanya sebesar Rp 3.000/orang. Jadi Anda dapat 'mencairkan' sisa uang yang ada di kartu pass tersebut di stasiun tujuan nanti ketika Anda turun. Tarif Commuter Line mau naik lagi? Baca di sini : Tarif Commuter Line Naik 50%?.

Setelah membayar tiket kereta api, kami pun masing-masing mendapatkan kartu pass untuk melewati pintu gerbang. Kartu tersebut harus ditempel pada sensor yang telah disediakan untuk melewati pintu gerbangnya yang dijaga para bapak sekuriti. Hal ini dilakukan untuk menghindari sembarang orang yang akan memasuki area stasiun kereta api. Jadi di area stasiun maupun di dalam kereta, sudah tidak ada lagi yang namanya pedagang asongan, pengemis maupun pengamen. Benar-benar nyaman. Tapi kalau komunitas cabe-cabean mah tetap ada.

Perjalanan ke stasiun Bogor sekitar 45 menit. Sampai di stasiun Bogor, kami pun 'mencairkan' sisa uang yang ada di kartu pass tersebut. Jadi kami masih dapat mengambil sisa uangnya sebesar Rp. 10.000/orang.

Dari stasiun Bogor kami melanjutkan perjalanan dengan menumpang angkot warna hijau. Minta turun di Kebun Raya Bogor. Harga ongkos angkot sebesar Rp. 4.000-5.000/orang.

Turun dari angkot, perut terasa lapar, karena kami belum makan siang dari pagi. Persis di depan pintu masuk 2 Kebun Raya Bogor, kami menyempatkan untuk menikmati soto mie Bogor plus nasinya dengan harga murah, hanya Rp. 20.000/porsi. Pintu masuknya hampir tidak kelihatan loh, soalnya ketutupan sama orang yang jualan.

Penampakan Pintu Masuk 2 Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
Nah ini pintu masuk 2 Kebun Raya Bogor yang ketutupan sama orang jualan

Setelah kenyang, kami pun melanjutkan masuk ke area Kebun Raya Bogor. Harga tiket masuk Kebun Raya Bogor sebesar Rp. 15.000/orang sudah termasuk sumbangan PMI sebesar Rp. 1.000. Usia 3 tahun keatas sudah harus membayar tiket masuk.

Penampakan Papan Daftar Harga Tiket Masuk - Blog Mas Hendra

Penampakan Tiket Tanda Masuk - Blog Mas Hendra
Tiket tanda masuk Kebun Raya Bogor

Memasuki area Kebun Raya Bogor, Anda akan disuguhkan dengan sederetan pohon-pohon tinggi besar dan sudah berusia lanjut. Selain itu juga terdapat danau, taman, museum zoologi, toko tanaman, cafe dan masih banyak lagi tempat menarik lainnya untuk Anda jelajahi. Supaya tidak capek berjalan, Anda juga dapat menyewa sepeda atau menikmati mobil wisata untuk keliling Kebun Raya Bogor dengan tarif cukup terjangkau.

Loket Mobil Wisata Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
Loket mobil wisata di Kebun Raya Bogor


Peraturan Penyewaan Sepeda - Blog Mas Hendra
Peraturan penyewaan sepeda keliling di Kebun Raya Bogor


Gerbang Utama Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
 Pintu gerbang utama Kebun Raya Bogor


Peta dan Informasi Umum Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
 Sebelum keliling, jangan lupa foto petanya dulu ya, biar nanti di dalam tidak kesasar. Peta besar ini ada di setiap pintu masuk Kebun Raya Bogor

Jalan-Jalan Ke Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
 Kecapean berjalan. Padahal baru mulai


Jalan-Jalan Ke Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
 Masih ditutup


Jalan-Jalan Ke Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
 Saksi bisu kerikil jalanan


Jalan-Jalan Ke Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
 Disarankan untuk fokus pada bangunan gedungnya


Jalan-Jalan Ke Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
Its family time

Ada peta seadanya, jangan khawatir kesasar


Berpose di Samping Gerbang Utama Kebun Raya Bogor - Blog Mas Hendra
Sebelum pulang, berpose sejenak di samping gerbang utama Kebun Raya Bogor

Sebenarnya, kami masih belum puas mengelilingi Kebun Raya Bogor, soalnya belum banyak area yang berhasil kami jelajahi. Berhubung hari semakin sore, kami pun memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Dan waktu itu cuaca sudah agak mendung juga sih, maklum Bogor kan kota hujan, jadi bisa turun hujan kapan pun.

6 comments

Mantap reportasenya mas...Bakat juga jadi blogger reporter..

Reply

Wah bisa bae nih mas Dwi, saya kan sedikit banyak belajar dari mas Dwi, hehehe..

Reply

Wah mantep mas, salam kenal yah :D

Reply

Membaca tulisan ini saya jadi teringat kejadian waktu SD, pernah ke tempat ini dan nyasar... masuk lewat pintu mana keluar lewat mana... terimakasih mas. tulisanmu mengulang kembali memoryku

Reply

Salam kenal juga. Makasih juga udah mampir mas...

Reply

Wah mungkin dulu masih belum banyak rambunya kali ya mas Dani, hehehe... Sekarang mah sudah banyak rambu-rambunya.

Reply

Post a Comment