7 Orang Yang Diuntungkan Oleh Perokok

Mungkin selama ini Anda mengira kalau merokok itu tak ada manfaatnya sama sekali. Baik bagi orang yang merokok (perokok aktif) maupun bagi orang yang bukan perokok.



Saya melihat manfaatnya justru dirasakan oleh orang-orang yang lain, bukan si perokok itu sendiri. Lucu memang, dibalik orang-orang yang merokok malah ada beberapa gelintir orang lain yang mendapatkan manfaatnya atau merasa diuntungkan oleh si perokok.

korek api kayu


Sejatinya, seorang perokok aktif, sangat sulit sekali untuk menghentikan kebiasaan buruknya sampai benar-benar dia sendiri merasakan akibat buruk dari merokok, yakni sakit. Info lebih lanjut, baca artikel saya : Kapokmu Kapan???.



Selain hal diatas, tentu faktor lingkungan, pergaulan maupun Iklan Rokok yang menjamur, membuat para perokok sulit untuk menghentikan kebiasaan buruknya tersebut.



Lalu siapa saja orang-orang yang memang merasa diuntungkan oleh si perokok tersebut, simak yuk selengkapnya berikut ini :



1. Dokter spesialis paru-paru dan jantung



Paru-paru dan jantung mungkin merupakan salah dua organ tubuh yang akan merasakan langsung efek buruk akibat merokok. Maka dari itu, ketika si perokok merasakan sakit pada bagian dadanya (paru-paru atau jantungnya) secara otomatis akan ditangani langsung oleh dokter spesialis paru-paru maupun jantung. Maka dapat saya katakan, hal ini malah justru merupakan income (pendapatan) atau 'keuntungan' tersendiri bagi para dokter spesialis tersebut. Lalu apa manfaatnya bagi si perokok?? TIDAK ADA.



2. Tukang parfum



Sudah menjadi rahasia umum, bila seorang perokok memiliki pakaian yang bau yang disebabkan oleh asap rokok. Sebagai solusi instan, para perokok menyemprotkan parfumnya ke pakaiannya untuk mengurangi bau asap rokok tersebut. Dalam kasus ini, secara tak langsung si tukang parfum sedikit banyak telah 'diuntungkan' oleh si perokok tersebut. Lalu apa manfaatnya bagi si perokok?? TIDAK ADA.



3. Penjual permen



Manfaat yang dirasakan berikutnya adalah para penjual permen. Bagaimana tidak, si perokok tentu akan lebih sering membeli permen atau bahkan memiliki stok permen yang lumayan banyak, guna mengurangi bau mulut akibat aktivitas dari merokok. Dan sekali lagi, manfaat ini justru dirasakan oleh orang lain, yakni si penjual permen. Lalu apa manfaatnya bagi si perokok?? TIDAK ADA



4. Penjual rokok



Sudah barang tentu rokok sangat mudah dicari di mana saja. Mau di warung rokok, warung indomi, pedagang asongan dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini 'sedikit' menguntungkan para penjual rokok tersebut, yah walau tak seberapa, tapi setidaknya keuntungan tersebut didapatkan dari harga selisih rokok per batangnya. Lagi-lagi orang lain yang merasakan manfaatnya. Lalu apa manfaatnya bagi si perokok?? TIDAK ADA.



5. Penjual korek api

Tidak ada korek, maka tidak ada rokok. Walau bagaimanapun sebatang rokok perlu dinyalakan dengan menggunakan sebuah korek api, entah itu korek api gas maupun konvensional (korek api kayu). Melalui penjualan korek api, maka dalam hal ini pedagang korek api merasa 'diuntungkan' oleh para perokok tersebut. Lalu apa manfaatnya bagi si perokok?? TIDAK ADA.

6. Pabrik rokok beserta karyawannya

Semua sumber rokok sudah pasti berasal dari sebuah pabrik rokok. Dimana didalam sebuah pabrik terdapat ratusan atau mungkin bahkan ribuan para pekerjanya dalam upaya menafkahi masing-masing keluarganya. Dan hal ini tentu saja secara tidak langsung menguntungkan para pekerja pabrik tersebut. Yang lebih merasa 'diuntungkan' lagi adalah para owner (pemilik) saham pabrik tersebut. Yang notabene mereka-mereka ini adalah orang-orang terkaya di Indonesia. Ck..ck..ck. Anda tahu siapa? Cari di Google saja ya. Lalu apa manfaatnya bagi si perokok?? TIDAK ADA.

7. Membantu mengurangi kepadatan penduduk



Jumlah perokok dari berbagai belahan dunia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini mengakibatkan resiko kematian akibat merokok pun ikut meningkat. Karena kandungan nikotin pada rokok memiliki resiko terkena penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) lebih besar ketimbang orang yang tidak merokok.

Seperti dikutip dari WHO (World Health Organization alias Organisasi Kesehatan Dunia), "Dari enam juta orang yang meninggal dunia akibat rokok, mereka merupakan perokok aktif dan mantan perokok. Sementara lebih dari 600.000 diantaranya meninggal karena perokok pasif." Jelas Direktur Jenderal WHO, Dr. Margaret Chan (http://health.liputan6.com/read/636375/who-6-juta-jiwa-meninggal-akibat-rokok).

Yah bisa dibilang dapat membantu mengurangi jumlah kepadatan penduduk. Mungkin dalam hal ini yang merasa 'diuntungkan' adalah orang-orang yang bekerja pada Pemprov bagian kependudukan alias sensus kependudukan. Lalu apa manfaatnya bagi si perokok?? Sekali lagi, TIDAK ADA.

Anda dapat lihat diatas, semua manfaat atau keuntungan justru dirasakan oleh orang lain. Bukan bagi si perokok. Orang-orang tersebut malahan tak terlalu perduli atau bisa dibilang cuek tingkat dewa terhadap para perokok.

Contoh kecil, si penjual rokok maupun korek api, apakah mereka pernah perduli dengan perokok yang membeli rokok maupun korek api di warung atau kios eceran?? Belum pernah saya dengar kalau para mereka bilang seperti ini sewaktu melayani pembeli yang akan membeli rokok :

"Eh elu stop ngerokok dong, itu kan bahaya buat kesehatan lu"

Jadi berhubung tak ada yang perduli terhadap si perokok, maka si perokok itu sendirilah yang harus perduli dengan dirinya sendiri, sebelum semuanya terlambat.

Artikel diatas bukan berarti pembolehan atau imbauan untuk merokok, dengan alasan adanya sisi keuntungan atau manfaat bagi orang lain. Berfikirlah secara positif akan bahaya, kerugian maupun dampak negatif yang diakibatkan oleh rokok.

Semoga bermanfaat...

4 comments

ada yang diuntungkan dan pasti ada pula yang dirugikan.

yang memiliki rokok pasti akan rugi jika ada teman kerjanya selalu minta terus rokok milik kita, kejadian ini pernah devy lihat sewaktu teman saya sebel karena hal ini. hehe..
lucu memang

Reply

Memang betul ada yang diuntungkan dan ada juga yang dirugikan, tapi sepertinya banyak ruginya deh.
Itu namanya aji mumpung mba, atau memang sudah menjadi kebiasaan, hehehe... Thanks ya sudah mampir.

Reply

hahahahahaha.... betul sekali mas.. keren idenya ini..

Reply

Iya Mas de eka, namanya juga Iseng Aja, gatel tangan pengen nulis artikel melulu.... Hehehe

Reply

Post a Comment