10 Alasan Seseorang Betah Tinggal Di Rumah Kontrakan



Rumah Kontrakan - Blog Mas Hendra

Memiliki sebuah rumah sendiri, tentu merupakan dambaan bagi setiap orang. Siapapun pasti menginginkan tempat tinggal yang layak untuk keluarganya.



Namun adakalanya impian tersebut terkadang menemui berbagai kendala. Seperti belum tersedianya dana untuk membeli rumah baru atau enggan untuk mengambil kredit rumah melalui BTN. Bukan tidak mungkin, impian untuk memiliki tempat tinggal menjadi tertunda untuk beberapa waktu. Dan sebagai solusinya adalah mengontrak sebuah rumah untuk sementara.

Rumah kontrakan menjadi pilihan tempat tinggal sementara disaat rumah impian belum tercapai di dalam genggaman.

Status rumah yang masih kontrak, tentu memudahkan seseorang untuk berpindah tempat tinggal, yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Tapi ada beberapa alasan yang menjadi penyebab seseorang betah untuk tinggal di satu rumah kontrakan.

1. Lingkungannya enak

Salah satu kritera yang paling dicari bagi calon penghuni kontrakan adalah lingkungan tempat tinggal yang nyaman, aman, adanya lahan parkir untuk kendaraan, tersedianya tempat pembuangan sampah, keadaan rumah kontrakan yang masih sangat layak, bebas dari banjir, bebas dari narkoba serta aman dari gangguan tangan-tangan jahil (maling), menyebabkan seseorang betah untuk tinggal di satu rumah kontrakan, bahkan hingga bertahun-tahun.

2. Tetangga baik

Faktor kedua setelah lingkungan adalah tetangga. Siapa yang nggak mau memiliki tetangga yang baik dan peduli dengan sesamanya?. Tentu hal ini sudah pasti akan membuat siapapun betah dan cocok untuk tinggal di lingkungannya. Tetangga yang baik, tentu nggak segan-segan untuk dimintai pertolongan, karena tetangga adalah orang pertama yang kita mintai pertolongan disaat dalam keadaan darurat.

3. Harga sewa sesuai

Mungkin harga menjadi pertimbangan yang ke sekian bila dibandingkan dengan tingkat keamanan dan kenyamanan yang kondusif bagi kebanyakan orang. Faktor harga pun dapat menentukan tingkat kualitas dari rumah yang akan disewanya.

4. Letaknya strategis

Tinggal di sebuah rumah kontrakan, namun memiliki area tempat tinggal yang cukup strategis, tentu saja akan memudahkan penghuninya untuk dijangkau maupun untuk menjangkau berbagai akses penting, semacam pusat perbelanjaan (Emol), tempat wisata, pusat jajanan, pasar tradisional, terminal, sekolah, klinik maupun rumah sakit. Dan hal inipun cukup menjadi alasan bagi seseorang untuk betah ngontrak dan enggan berpindah kontrakan lagi.

5. Sudah betah

Keadaan yang nyaman, kadang membuat sebagian penghuni kontrakan enggan untuk pindah ke lain hati rumah kontrakan. "sudah terlanjur betah" menjadi alasan penghuni rumah kontrakan untuk tinggal berlama-lama di satu kontrakan.

6. Malas pindah

Bagi penghuni rumah kontrakan yang telah berkeluarga, terkadang memiliki perabotan rumah yang cukup banyak di rumah kontrakannya. Hal inilah yang justru kadang membuat seseorang malas untuk pindah-pindah ke kontrakan yang baru. Mengingat banyaknya perabotan dan repotnya berpindah ke rumah kontrakan yang lain.

7. Dekat dengan sekolahan anak

Hal ini masih ada hubungannya dengan letak yang strategis. Tinggal dekat dengan sekolahan si anak, tentu saja membuat orang tua merasa tenang, karena akan lebih mudah untuk mengontrol kegiatan si anak selama bersekolah. Dan nggak perlu takut terlambat lagi untuk datang ke sekolah.

8. Malas beradaptasi lagi

Hal ini cukup beralasan, mengingat nggak mudah bagi seseorang untuk beradaptasi lagi dengan lingkungan dan tetangga-tetangga yang baru. Apalagi bagi Anda yang memiliki anak kecil seusia TK maupun SD, tentu akan lebih sulit bagi si anak untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman barunya. Merasa sudah cocok dan nyaman dengan lingkungan sekitar tempat tinggalnya, membuat banyak penghuni kontrakan untuk malas berpindah-pindah kontrakan lagi.

9. Pemilik kontrakan yang nggak bawel

Si penagih uang sewa maupun pemilik kontrakan bila menagih uang kontrakannya dengan cara yang enak, nggak bawel, santun dan sopan serta bersahabat dengan semua penghuninya, bukan nggak mungkin hal ini akan membuat banyak penghuni kontrakan betah untuk tinggal berlama-lama.

10. Pasokan air dan listrik oke

Air dan listrik merupakan salah satu hal pokok yang menjadi pertimbangan bagi calon penghuni kontrakan dalam mencari rumah kontrakan yang sesuai dengan kriterianya. Bila aliran air lancar dan bersih serta pasokan listrik stabil (gak sering byar pet), hal ini sudah pasti akan membuat penghuni kontrakan betah untuk tinggal berlama-lama di satu kontrakan.

Saya rasa siapapun penghuni kontrakan bila menemui 10 hal diatas, akan sangat berat hati untuk berpindah-pindah ke kontrakan yang lainnya dan membuatnya betah tinggal berlama-lama, sampai keinginannya dalam memiliki sebuah rumah sendiri akan terwujud. Suatu saat nanti............. Layaknya seorang jomblo menemukan tambatan hatinya kelak.... *salah fokus

14 comments

Ya walaupun gitu sih enak rumah sendiri, tapi terkadang dananya yang jadi masalah. Harga rumah mahal, lebih mahal dari rumah monopoli

Reply

kalau kontrakannya emang bikin nyaman, ya ud ah pewe deh. kala udah nyaman, kenapa harus pindah? ya nggak. tapi faktor utamanya emang lingkungan sih yak. udah keburu nyaman sama lingkungan, jadi males buat adaptasi sama yg lain lagi. huhuhu

Reply

Ya itu mah jangan di kata gan, paling enak emang rumah sendiri, walaupun cuma tipe 72 juga. Tapi ini kan cuma option kalo kita belum mampu beli rumah sendiri...

Reply

Iya betul, lingkungan yang paling penting sih. Apalagi rumah sendiri ya, tambah nyaman

Reply

Yoman.. kontrakan.

Reply

1 lagi mas, gak mikir ngebuat rumah di kala kondisi ekonomi yang enggak menentu .. hihihi ...

Reply

Gimana mau mikirin, lha wong lagi ngontrak, haha...

Reply

Kalo saya cocoknya poin no 6. Males pindah, abis repot kalo harus pindah-pindah. Angkut-angkut barang. Capeek. Makanya saya kalo ngontrak itu bisa bertahun-tahun noh baru pindah.

Nice sharing mas

Reply

Pindah itu ribet mba, apalagi pindah ke lain hati, eh..

Reply

Menurut saya sih banyak enaknya tinggal dikontrakkan lebih kekeluargaan dibandingkan di perumahan yang lebih egois

Reply

Iya Mas Dwi, kalo komplek kebanyakan egoisme, pagernya aja maen tinggi-tinggian...

Reply

Yeaay blognya udah jadi dot com, selamat ya Mas.
Kalau saya emang nggak prefer kontrak sebab uangnya lebih baik disimpan dulu, sementara tinggal di rumah keluarga besar. Tapi kalo kondisi emang ga memungkinkan baru deh cari kontrakan.
Semoga Mas Hendra lekas punya rumah sendiri or rumah kontrakannya dibeli aja he3

Reply

Makasih Mas Ihwan. Yah sambil nabung sambil ngontrak. Aaamiiin... Mudah-mudahan ya Mas Ihwan..

Reply

Post a Comment