Ada Apa Dengan Kaki Saya

Bismillah..

Assalamu'alaikum...
sumber gambar : http://himmawa.blogspot.com


Blog Mas Hendra - Dari judulnya memang agak aneh ya sobat blogger?! Tapi sejujurnya fenomena "sederhana" ini cukup sering terjadi di tengah masyarakat. Sebenarnya apa sih yang terjadi dengan kaki saya?


Kejadian ini sering saya alami ketika sholat berjamaah sob. Karena anjuran dari Rosululloh adalah untuk meluruskan shaf/barisan ketika kita sholat berjamaah.

Hadits dengan lafadz ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shohihnya (433) dari shahabat Anas bin Malik -radhiallahu Ta’ala ‘anhu-, dan dalam riwayat Al-Bukhary (723), dengan lafazh:

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ
”Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk menegakkan sholat.”

Semakna dengannya, hadits Abu Hurairah -radhiallahu Ta’ala ‘anhu- dalam riwayat Al-Bukhary (722) dan Muslim (435), dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa beliau bersabda:

وَأَقِيْمُوْا الصَّفِّ فِي الصَّلاَةِ, فَإِنَّ إِقَامَةِ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلاَةِ
“Dan tegakkanlah shaf di dalam shalat, karena sesungguhnya menegakkan shaf termasuk diantara baiknya sholat”.

Tapi kenyataannya, sangat jauh dari anjuran Rosululloh tersebut. Entah belum tahu, pura2 gak tahu atau emang gak mau menyentuh kaki saya (takut batal sholatnya kali ya, hehehe).

Meskipun sang imam sudah menganjurkan untuk meluruskan dan merapatkan  shaf ketika sholat berjamaah, tapi ya tetap saja ada yang enggan melaksanakannya. Malah pernah suatu ketika kaki saya sampai melebar saking mau merapatkan shaf ketika sholat berjamaah.

Ini ada satu cerita dari temannya teman saya, ketika dia hendak merapatkan shafnya dengan jamaah disampingnya, malah jamaah disamping beliau enggan untuk merapatkan kakinya. Sampai saking lebarnya, tapi jamaah tersebut tetap enggan merapatkan shafnya. Sampai akhirnya temannya teman saya menginjak kaki jamaah tersebut.

Well, this is a simple problem. Tapi mempunyai makna yang sangat besar bagi kelangsungan sholat berjamaah. Seperti dalam hadits berikut :

Dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu Ta’ala ‘anhuma- beliau berkata: Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

أَقِيْمُوُا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّمَا تَصُفُّوْنَ بِصُفُوْفِ الْمَلاَئِكَةِ, وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسَدُّوْا الْخَلَلَ وَلِيْنُوْا بِأَيْدِيْ إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ. وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya  (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)”

Sebaiknya kita jangan menganggap hal tersebut dengan sepele, karena apapun sunnah yang telah dianjurkan oleh Rosululloh adalah untuk kebaikan kita semua sebagai umatnya.

Saya bukanlah seorang ustadz.
Saya bukanlah seorang yang alim.
Saya bukanlah seorang santri. 

Namun apa salahnya jika kita saling mengingatkan kepada kebaikan seperti dalam firman Allah Ta'ala berikut ini :

Allah ta’ala berfirman :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Makanya melalui blog ini pula,  mudah2an saja banyak dari kita yang tetap konsisten melaksanakan salah satu anjuran Rosululloh tersebut. Aaamiiin...

Mudah2an pula kaki saya gak dihindari lagi sewaktu sholat berjamaah.

Demikian artikel saya yang sangat sederhana ini saya tulis untuk menjadi renungan bersama, sekaligus nasehat untuk diri saya sendiri. Semoga bermanfaat buat semuanya.

1 comments:

This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment